"Awal pihak kantor Kementrian Agama ini mencurigai adanya benda dalam kantong plastik kresek warna orange. Plastik ini diduga bentuk teror bom. Apa lagi dibuku tamu kantor itu tertuliskan ajakan NII," kata Wakapolres Kampar, Kompol Alpen dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (10/5/2011).
Adanya benda yang mencurigakan itu, lanjut Alpen, Polres Kampar meminta bantuan Tim Gegana Polda Riau. Ketika tim turun dan memeriksa secara manual, tidak ada tanda-tanda mengarah benda-benda terkait bom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kecurigaan itu karena di gelas yang ada dalam kantong tersebut ada foto atas nama Nazarudin dan Ninuk. Namun dipastikan dalam kantong plastik ini tidak ada benda-benda yang berkaitan dengan bom," kata Alpen.
Namun demikian dari peristiwa ini ada uniknya. Pihak kantor Kementrian Agama Kab Kampar menemukan tulisan dibuku tamunya untuk mengajak bergabung dalam NII. Ajakan gabung ke NII itu ditulis dengan huruf yang lumayan besar di buku tamu itu. "NII, National of Islamic Indonesia, Mari Bergabung" tulis dalam buku itu.
"Tulisan ajakan NII inilah, yang membuat pihak kantor lantas mengambil kesimpulan bila benda dalam kantong tersebut dicurigai merupakan teror bom," kata Alpen.
Dari keterangan Satpam yang bertugas di kantor tersebut, kata Alpen, tulisan ajakan NII itu dipastikan ditulis pada hari ini. Diperkirakan tamu yang tak diundang itu masuk ke kantor tersebut sekitar pukul 06.00 WIB.
"Satpam yang bertugas jaga malam sekitar pukul 06:00 WIB, pulang ke rumahnya dan kembali lagi saat jam kantor. Pengakuan Satpam yang bertugas malam, sebelumnya buku tamu itu tidak ada tulisan ajakan NII. Dan letak buku ada di atas meja khusus tamu masuk, namun pagi itu posisinya sudah berpindah di depan pintu lobi," kata Alpen.
"Sehingga ada dugaan, saat Satpam pulang ke rumahnya sebentar, tamu itu masuk menuliskan ajakan NII. Termasuk juga meninggalkan kantong plastik tersebut," terang tambah Alpen.
(cha/her)











































