SBY: Berantas Korupsi, Pemimpin Harus Beri Contoh

Konferensi Internasional Anti-suap

SBY: Berantas Korupsi, Pemimpin Harus Beri Contoh

- detikNews
Selasa, 10 Mei 2011 15:58 WIB
SBY: Berantas Korupsi, Pemimpin Harus Beri Contoh
Nusa Dua - Korupsi sudah terjadi sistematis di Indonesia. Sekali rakyat melihat pemimpinnya tidak berkomitmen memberantas korupsi, maka hilanglah kepercayaan rakyat. Sia-sia pula sistem pemberantasan korupsi yang telah dibangun.

Hal itu merupakan hasil pertemuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan KPK pekan lalu. Salah satu yang ditekankan adalah pentingnya kerja sama.

"Kita juga setuju bahwa satu prioritas yang harus diperkuat adalah kolaborasi antara institusi pemerintah, dalam upaya kita menimimalisir dan mencegah penyalahgunaan uang negara," tegas SBY saat berbicara dalam 'Pemberantasan Praktik Penyuapan Pejabat Asing dalam Transaksi Bisnis Internasional' di Nusa Dua, Bali, Selasa (10/5/2011). Acara ini dihadiri oleh pekerja antikorupsi dari 35 negara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dan diskusi itu membawa saya pada observasi: bagaimanapun kerasnya sistem dan struktur dibersihkan di tingkatan bawah, jika di tingkatan atas, korupsi tidak dihukum.... Menjaga tingkatan atas tetap bersih adalah aturan yang tak bisa dipatahkan dalam melawan korupsi," tegas SBY.

SBY sebagai presiden mengatakan demikian, karena korupsi adalah racun yang tak ada habisnya. Dalam berbagai kasus, racun itu bocor perlahan-lahan namun pasti. Dan menurut hukum tarik-menarik, tumpahan kecil racun di tingkatan atas bisa menjadi banjir di tingkatan bawah, menenggelamkan dasar-dasar sistem yang telah dibangun.

"Sekali akar rumput melihat pemimpinnya tidak berkomitmen memberantas korupsi, mereka akan kehilangan kepercayaan," tegas SBY yang berpidato dalam bahasa Inggris.

Keyakinan pada kemampuan kolektif masyarakat untuk mengatasi kebiasaan buruk itu diperlukan untuk membongkar kasus-kasus korupsi.

"Pemimpin memimpin dengan contoh. Pemimpin hebat menyebarkan kehebatan pada para pengikutnya. Pemimpin tercela bisa menginfeksi dan membuat masyarakat tidak berdaya akan kekurangan mereka," jelas SBY.

Pelajaran penting lainnya, mungkin sulit bagi seseorang untuk menerima kritik. Namun pelajarannya, memerangi korupsi bukan zero sum game.

"Akan selalu sulit untuk menyapu lantai seluruhnya dalam sekali sapuan. Anda tidak akan dapat memenjarakan setiap koruptor. Tapi jika masyarakat bisa belajar dari contoh yang baik, mereka bisa belajar dari contoh yang buruk."

"Dan yang penting adalah bahwa para koruptor ikan besar yang ditangkap, diadili dan dihukum, menjadi contoh untuk semua ikan kecil yang mencoba untuk menjadi ikan yang lebih besar," tegas SBY.


(nwk/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads