Jenazah Polisi Korban Bentrokan Maros Dimakamkan

Jenazah Polisi Korban Bentrokan Maros Dimakamkan

- detikNews
Selasa, 10 Mei 2011 15:23 WIB
Makassar - Aiptu Abdurrahim, anggota Polres Maros yang gugur dalam bentrokan antara polisi dengan warga di Bontojolong, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Maros. Almarhum diberikan kenaikan pangkat.

Pangkat Aiptu Abdurrahim diusulkan naik menjadi Inspektur Dua (Ipda) Anumerta. Hal ini disampaikan oleh Kabid Humas Polda Sulselbar, AKBP Chevy Ahmad Supari saat dihubungi wartawan, Selasa (10/5/2011). Sebelum dimakamkan, jenazah disemayamkan di rumah duka, di Kompleks BTN Cenrana, Bulu-bulu, Maros.

Sementara itu jenazah dari pihak warga, Daeng Aha, yang disemayamkan di kamar mayat RS Bhayangkara, Jl Mappaoddang, Makassar, dijemput oleh Kepala Desa Laiya yang juga kerabat Daeng Aha, Rizal. Jenazah lantas dibawa dengan ambulans yang disiapkan Bupati Maros Hatta Rahman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anggota DPRD Maros, Muhammad Arsyad, yang dihubungi detikcom, menyebutkan sesaat sebelum peristiwa bentrokan terjadi, Daeng Aha menemuinya di Kantor DPRD Maros untuk mengajukan proposal bantuan ternak untuk warga Desa Laiya, Kecamatan Camba.

Ia mengaku sudah lama mengenal Daeng Aha dan mengerti dengan kondisi kejiwaan Daeng Aha yang sering depresi. "Daeng Aha itu orangnya baik, dia sering berkunjung ke rumah di Camba, saya heran kenapa dia berani menyerang polisi," pungkas legislator dari PDIP Maros ini.

Bentrokan polisi dan warga terjadi pada Senin (9/5) kemarin di Kelurahan Bontojolong, Kec Turikale, Kabupaten Maros, Sulsel. Polisi hendak menertibkan kelompok yang diduga aliran sesat yang dipimpin Daeng Aha.

Daeng Aha dan pengikutnya menolak diamankan, dan menyerang polisi dengan parang. Daeng Aha langsung memarang Aiptu Abdurrahim hingga tewas di tempat. Tiga polisi lain terluka yaitu Bripka Aswan Hadi ditusuk di perutnya dan dirawat di UGD RS Bhayangkara, sedangkan Briptu Nurdin dan Briptu Hamzah hanya mengalami luka ringan. Tiga pengikut Daeng Aha juga mengalami luka.

(mna/fay)


Berita Terkait