Wartawan Korban Penusukan di Papua Mengadu ke DPR

Wartawan Korban Penusukan di Papua Mengadu ke DPR

- detikNews
Selasa, 10 Mei 2011 14:42 WIB
Jakarta - Koresponden portal berita Vivanews.com dan koran Jakarta Globe, Banjir Ambarita, mengadukan kasus penikaman yang dialaminya ke Fraksi PDI Perjuangan DPR. Penikaman Ambarita oleh orang tak dikenal Maret lalu diduga terkait dengan pemberitaan yang dibuatnya tentang pemerkosaan tahanan wanita oleh tiga oknum polisi di Mapolresta Jayapura.

"Sampai saat ini kasus (penikaman) ini belum ada titik terang. Bahkan dialihkan seolah-olah perampokan. Tapi itu tak bisa dibuktikan. Tidak hanya saya, teman-teman jurnalis di Papua trauma dengan kejadian itu," kata Ambarita, mengawali kisah tragisnya.

Bersama Aliansi Jurnalis Independen dan Imparsial, Ambarita diterima oleh anggota FPDIP, Eva Kusuma Sundari dan M Nurdin. Audiensi ini berlangsung di ruang FPDIP, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/5/2011).

Bram, sapaan akrabnya, menceritakan dengan rinci kronologi penikaman. Menurutnya, dugaan keterkaitan penikaman dan pemberitaan yang dibuatnya dikarenakan Humas Mapolresta Jayapura Ipda Heri Susanto pernah meminta wartawan tidak memberitakan lagi kasus tersebut.

"Ipda Heri Susanto menghubungi wartawan untuk diminta berkumpul di Damte Cafe Dok II Jayapura. Di situ ia meminta agar pemberitaan pemerkosaan oleh oknum polisi tidak diberitakan lagi, dengan alasan pemberitaan itu Kapolresta AKBP Iman Setiawan stres," ujarnya.

Untuk kasus pemerkosaan itu, Bram menulis berita ke tiga media, yakni Vivanews.com, Jakarta Globe dan Bintang Papua. Berita tayang pada 28 Februari 2011.

Junaedi dari Imparsial, meminta FPDIP mengirim surat ke Kapolda Papua untuk meminta kejelasan atas perkembangan kasus penikaman tersebut. "Kita minta Fraksi PDIP menindaklanjuti," kata Junaedi.

Eva berjanji pihaknya akan meminta kejelasan kasus tersebut dalam rapat kerja Komisi III DPR dan Kapolri mendatang. Eva akan menyoroti pengawasan aparat kepolisian.

(lrn/aan)


Berita Terkait