Kapolri Belum Terima Informasi 5 Kedubes Diteror 1 Juli

Kapolri Belum Terima Informasi 5 Kedubes Diteror 1 Juli

- detikNews
Rabu, 16 Jun 2004 15:19 WIB
Jakarta - Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar mengaku belum menerima informasi mengenai akan terjadi serangan terhadap 5 kedubes asing di Indonesia pada 1 Juli mendatang. Namun demikian, kepolisian tetap mengantisipasinya."Saya secara resmi belum menerima informasi, tetapi isu atau informasi yang berkembang akan adanya ancaman, penembakan dan serangan-serangan pada 1 Juli mendatang tepatnya saat ultah Polri, akan dijadikan masukan dan menjadi antisipasi. Kita talah bekerja keras untuk mengamankannya," kata Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar usai Rapat Koordinasi Bidang Polkam di Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (16/6/2004).Kapolri menambahkan dari kajian dan analisis di dalam negeri, belum ada informasi yang signifikan soal isu tersebut. Kedubes mana yang diancam?"Saya belum tahu. Tetapi tentunya yang kita khawatirkan dari informasi tersebut akan berdampak pada masalah lain, yaitu ekonomi dan luar negeri. Percayalah sistem keamanan kita sudah bekerja. Jadi tidak perlu khawatir, karena ancaman seperti itu tidak hanya terjadi di Indonesia tetapi di mana-mana," ungkap Kapolri.SwediaDalam kesempatan itu, Kapolri menilai kerjasama aparat hukum RI dengan Swedia berhasil menyusul ditangkapnya Hasan Tiro beserta kawan-kawannya."Pihak kepolisian dalam hal ini sudah memberikan bantuan, berupa bukti dan keterangan yang diminta Swedia.Saat ini Indonesia sedang berkoordinasi dengan pemerintahan Swedia mengenai apa saja yang dibutuhkan pihak Swedia untuk di pengadilan nanti," demikian Kapolri. Kejaksaan Distrik Stockholm dan Kepolisian Swedia telah melakukan langkah-langkah hukum terhadap 3 pimpinan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Selasa (15/6/2004). Ketiga pimpinan GAM itu adalah Hasan Tiro, Zaini Abdullah dan Malik Mahmud. Dua dari 3 orang itu telah ditahan. (aan/)


Berita Terkait