"Ketua Umum DPP PD Anas Urbaningrum jangan terlalu lembut, jangan tidak enakan. Harus tegas. Apalagi PD kan sekarang partai terbesar, kalau geliat-geliut ngggak tegas pada korupsi nanti akan menghancurkan Demokrat sendiri," ujar pengamat politik Prof Iberamsjah dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (10/5/2011).
Dia menambahkan, Presiden SBY yang juga Ketua Dewan Pembina PD sejak lama mengusung jargon antikorupsi. Jika sekarang banyak anggota PD yang terjerat kasus korupsi, hal itu memperlihatkan jauh panggang dari api alias jauh dari realisasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau ini PD nggak juga tegas memberantas korupsi, pasti akan berantakan. Nanti di Pemilu 2014 lihat saja, pasti akan berantakan, tidak akan memenangi pemilu karena masyarakat menganggap banyak koruptor yang berlindung di situ," tuturnya.
Jika PD malah menutup-nutupi atau membela kadernya dengan membabi buta, Iberamsjah khawatir akan kontraproduktif dengan citra PD yang selama ini sudah dibangun. Dia meminta PD bersikap fair play.
"Jangan membela dengan buta tuli, tidak mau tahu kadernya benar atau tidak yang penting karena dia dari PD lalu dibela mati-matian. Ini membuat citra Demokrat jadi pelindung koruptor," sambung Iberamsjah.
Sekretaris Kemenpora Wafid Muharam, Manajer Marketing PT Duta Graha Indah M El Idris, dan Mindo Rosalina Manulang, ditangkap KPK pada pertengahan April lalu di Kemenpora. KPK menemukan cek Rp 3,2 miliar sebagai bukti dugaan suap untuk Wafid dari PT DGI. Pemberian uang diduga sebagai success fee untuk proyek pembangunan Wisma Atlet Sea Games di Palembang.
Dalam pengembangan kasus, Rosa mengaku sebagai orang suruhan Bendahara Umum PD, M Nazaruddin. Berkali-kali hal itu disampaikan mantan pengacaranya, Kamarudin Simanjuntak. Bahkan Nazaruddin mendapat bagian Rp 25 miliar. Namun, Nazaruddin membantah tudingan itu.
Selain Nazaruddin, politisi Partai Demokrat lainnya, Angelina Sondakh, juga disebut-sebut terlibat. Istri alm Adjie Massaid itu menjadi koordinator anggaran Komisi Olahraga (Komisi X) DPR RI. Namun, para pimpinan Demokrat membantah keras dugaan keterlibatan Angelina dalam kasus dugaan suap Kemenpora.
(vit/nrl)











































