Tanah Masjid Diutak-utik, Kompas Demak Mendemo Bupati

Tanah Masjid Diutak-utik, Kompas Demak Mendemo Bupati

- detikNews
Rabu, 16 Jun 2004 15:04 WIB
Demak - Kasus pencaplokan tanah Masjid Agung Demak menjadi sorotan. Ratusan orang yang menamakan diri sebagai Kompas (Komunitas Pemuda, Mahasiswa, dan Santri) Demak mendemo bupatinya, Endang Setyaningdyah. Mereka menilai bupati terlibat dalam kasus tersebut.Aksi yang diikuti massa dari berbagai pelosok Demak dimulai sekitar pukul 10.00 WIB, Rabu (16/6/2004) di Alun-alun Kota, tak jauh dari Kantor Bupati. Mereka datang mengendarai beberapa truk dan mobil secara bergelombang. Satu jam berikutnya, massa sudah terlihat "menggumpal".Dalam aksinya, mereka membentangkan spanduk bertuliskan "Kembalikan Bondo Masjid BKM Sekarang Juga". Selain itu mereka juga membawa poster-poster yang bertuliskan " Ojo Ngenthit Bondo Mesjid", "Hentikan Pencaplokan Bondo BKM."Menurut Koordinator Aksi M Amin, warga Demak tidak sepakat dengan 'penjualan' aset masjid berupa tanah seluas 500 meter tersebut. "Pancaplokan tanah masjid tak hanya menyalahi hukum, tapi juga melecehkan umat Islam. Masjid adalah kehormatan bagi umat Islam," kata Amin dalam orasinya.Tanah yang disengketakan tersebut terletak di Jl. Sultan Fatah Demak. Lokasinya ada di dekat pengisian BBM, tak jauh dari pintu masuk Kota Demak atau sekitar 2 km dari pusat kota.Status kepemilikannya ada pada BKM (Badan Kesejahteraan Masjid) Masjid Agung Demak. Tapi, menurut rencana Bupati Endang Setyaningdyah menghendaki lahan tersebut sebagai perluasan pompa bensin."Ternyata pompa bensin tersebut milik bupati. Tak salah kalau ia sangat berambisi mencaplok tanah yang sebenarnya tak begitu luas tersebut," terang Amin.Aksi yang dilakukan dalam suasana yang sangat panas tersebut selesai pukul 12.30 WIB. Untuk menandai berakhirnya aksi, mereka menyerahkan berkas pengusutan kasusnya ke Kejari Demak yang diwakili oleh Kasi Pidum-nya, Suwanda. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads