"Fraksi Partai Demokrat akan segera membentuk tim kecil, tim investigasi yang akan melakukan investigasi terhadap dugaan suap Sesmenpora," ujar Sekretaris FPD DPR, Saan Mustopa, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (10/5/2011).
Saan menuturkan, PD akan segera membentuk tim tersebut. Diharapkan tim akan menemukan fakta yang sebenarnya menyangkut kasus ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim investigasi akan memanggil sejumlah kader yang disebut tersangkut suap Kemenpora. "Tim akan memanggil semua pihak yang disebut dalam kasus suap tersebut. Terserah pada partai untuk menindaklanjutinya," tuturnya.
Lalu apakah tim ini dibentuk karena kecurigaan PD terhadap kadernya? "Kita lihat saja nanti," tuturnya.
Sekretaris Kemenpora Wafid Muharam, Manajer Marketing PT Duta Graha Indah M El Idris, dan Mindo Rosalina Manulang ditangkap KPK pada pertengahan April lalu di Kemenpora. KPK menemukan cek Rp 3,2 miliar sebagai bukti dugaan suap untuk Wafid dari PT DGI. Pemberian uang diduga sebagai success fee untuk proyek pembangunan Wisma Atlet Sea Games di Palembang.
Dalam pengembangan kasus, Rosa mengaku sebagai orang suruhan Bendahara Umum PD, M Nazaruddin. Berkali-kali hal itu disampaikan mantan pengacaranya, Kamarudin Simanjuntak. Bahkan Nazaruddin mendapat bagian Rp 25 miliar. Namun, Nazaruddin membantah tudingan itu.
Selain Nazaruddin, politisi Partai Demokrat lainnya, Angelina Sondakh, juga disebut-sebut terlibat. Janda Adjie Massaid itu sebagai koordinator anggaran Komisi Olahraga (Komisi X) DPR RI dan diduga terlibat menggolkan proyek itu. Namun, para pimpinan Demokrat membantah keras dugaan keterlibatan Angelina.
(van/ndr)











































