Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono mengatakan, truk merupakan salah satu penyumbang kemacetan di ruas tol dalam kota.
"70 Persen ruas jalan di tol dalam kota didominasi oleh truk," kata Pristono di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Senin (9/5/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Truk itu besar, panjang dan lebar, jadi memang mengganggu," katanya.
Dari arah Merak menuju ke Puri Kembangan mencapai 380 unit per hari. Sedangkan di ruas tol Tomang mencapai 496 unit per hari. Sementara di ruas tol Cawang-Prio mencapai 522 unit dan di ruas tol Cikunir-Priok mencapai 574 unit per hari.
Sementara itu, Kepala Divisi Operasional PT Jasa Marga, Aan Sanaf, mengatakan, jumlah angkutan truk di ruas tol dalam kota tidak terlalu banyak dibanding kendaraan pribadi.
"Hanya 2-3 persennya saja. Tapi karakternya yang mengganggu karena kecepatannya lambat," katanya.
Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Royke Lumowa mengatakan, pihaknya akan mengujicobakan pembatasan jam operasional truk di ruas tol dalam kota selama sebulan ke depan mulai Selasa, 10 Mei hingga 10 Juni nanti. Ia menilai, pengalihan jam rute truk di tol dalam kota Cawang-Tomang saat pelaksanaan KTT Asean tanggal 4-9 Mei lalu, efektif mengurangi kemacetan di ruas tol dalam kota.
"Ada peningkatan kelancaran lalu lintas sekitar 30 persen dari sebelumnya. Kalau sebelumnya mencapai 20-30 km/jam, setelah pengalihan arus ini kecepatan bertambah menjadi 60-80 km/jam," beber Royke.
(mei/nrl)










































