Rektor USU Gugat David Tobing Soal Susu Formula

Rektor USU Gugat David Tobing Soal Susu Formula

- detikNews
Selasa, 10 Mei 2011 02:10 WIB
Rektor USU Gugat David Tobing Soal Susu Formula
Jakarta - Tidak ada angin tidak ada hujan, tiba-tiba saja kampus Universitas Sumatera Utara (USU) menggugat David Tobing, pihak yang menang dalam perkara hasil penelitian IPB tentang merek susu formula yang tercemar Enterobacter sakazakii. Gugatan yang dilayangkan ke PN Jakpus itu meminta pembatalan putusan kasasi MA tersebut.

"Ini sangat aneh. Yang mengajukan gugatan ini korslet. Saya digugat oleh Rektor USU lewat kuasa hukumnya" kata David saat berbincang dengan detikcom, Senin, (9/5/2011).

Menurut David, pihak USU mengajukan gugatan bantahan pihak ketiga yang meminta hakim PN Jakpus membatalkan putusan MA. "Saya mendapat informasi itu dan gugatannya sudah terdaftar Rabu lalu. Kalau enggak salah, nomornya 196," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

David menilai, gugatan yang diajukan pihak Rektor USU terhadap dirinya sebagai suatu hal yang aneh dan menimbulkan pertanyaan. Sebab Rektor USU tidak ada kepentingan terkait kasus yang diajukannya.

"Dan sangat aneh, dari sekian ribu rektor atau sekian ratus rektor, kenapa hanya Rektor USU? Dan lagi, kenapa mereka memusuhi saya? Ini kan menjadi pertanyaan," tutur David.

Alhasil, David menilai hal ini merupakan kejadian yang sangat memalukan. "Di mana warga yang sudah menjalankan proses hukum, sudah menang di MA, malah digugat balik lagi," ujar David.

Lebih lanjut David mengatakan, gugatan yang ditujukan IPB, BPOM dan Menkes merupakan upaya untuk memperoleh keadilan dan demi masyarakat. "Saya dimusuhi oleh rektor. Kalau rektor tidak mau menjalankan hukum, tanggung sendiri akibatnya. Janganlah cari teman ke yang lain-lain. Masa cari teman ke sesama rektor?" ungkapnya.

Dia mengaku tidak bertanggungjawab apabila ada gugatan balik dari masyarakat ke Kampus USU atas tindakannya. "Nanti tunggu saja. Mungkin masyarakat lain akan mendukung saya dan menggugat kembali Rektor USU tersebut. Kita tunggu saja tahap berikutnya," pungkas David.

(asp/lia)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads