"Pendekatan yang coba kita lakukan adalah package solution. Tidak lagi bicara siapa ambil langkah apa, tapi suatu proses. Yang dicapai adalah konsensus pada tingkat menteri dan mereka akan menyampaikannya kepada kepala negara masing-masing,'' ujar Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa dalam konferensi press di kantornya,Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Senin, (9/5/2011).
Konferensi press tersebut digelar usai pertemuan trilateral yang berlangsung sekitar tiga jam dan dihadiri Menlu Kamboja Nor Namhong, Menlu Thailand Kasit Piromyak dan Menlu Indonesia Marty Natalegawa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun hingga saat ini Thailand belum menyepakatinya secara resmi. Thailand akan menandatangani kerangka acuan tersebut jika Kamboja menarik pasukannya dari wilayah perbatasan yang disengketakan. Permintaan Thailand ini ditolak mentah-mentah oleh Kamboja. Ketika ditanya mengenai prasyarat dari Thailand ini, Marty tidak menjawabnya secara detail.
"Bersamaan dengan disampaikannya persetujuan Thailand itu pula akan dilakukan pertemuan GBC (General Border Commision). Satu kesatuan tidak mana yang lebih dulu," jawab menteri yang selalu tampil dandy ini.
Pertemuan tiga menteri ini merupakan pertemuan lanjutan dari KTT ASEAN kemarin. Mereka diminta kepala negara masing-masing untuk menindaklanjuti tawaran solusi dari Indonesia yang disampaikan dalam KTT tersebut.
Marty mengakui, pada awal pertemuan suasana dalam ruangan terasa kaku. Masing masing pihak teguh pada pendiriannya.
"Kami pun pindah ruangan, melepas jas dan melipat lengan baju. Dengan tambahan kue lapis legit suasana menjadi lebih cair," katanya sambil tersenyum.
(adi/lia)










































