"Kalau mau twin tower, sekitar Rp 500 miliar saja bisa dilakukan," ujar sekretaris FPD DPR, Saan Mustofa, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (9/5/2011).
Hasil evaluasi Kementerian PU terhadap rencana pembangunan gedung baru DPR juga menyebutkan nilai proyek yang lebih kecil dari anggaran awal sebesar Rp 1,1 trilyun. Yaitu sebesar Rp 777 miliar dan gedung yang dibangun hanya 26 lantai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hasil evaluasi dari PU ini Fraksi PD masih akan mengkaji lagi. Kami akan minta rapat konsultasi lagi. Lebih cepat dilaksanakan akan lebih baik," tutur wasekjen PD ini.
Dia mengharapkan dengan efisiensi yang lebih matang dalam bentuk menara kembar, maka anggota DPR tak lagi di ruang sempit dan nyaman bekerja. Sebab gedung kantor lama di Nusantara I tetap difungsikan.
"Nusantara I itu dua ruangan digabung luasnya sudah lebih dari 50 meter persegi. Kalau yang semula 111 meter persegi memang terlalu luas," tandasnya.
(van/lh)











































