"Kami meminta KPK untuk segera menuntaskan kasus ini karena hal tuduhan-tuduhan yang berkembang jelas merugikan Partai Demokrat dan saya sebagai bendahara umum. Semakin cepat dituntaskan, maka berbagai isu akan cepat berakhir. Tudingan itu bisa menjadi jelas dengan pembuktian lewat jalur hukum," ujar Nazar kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (9/5/2011).
Ia juga meminta pihak yang menudingnya memberikan bukti yang dimilikinya ke KPK. Sehingga fitnah kepada dirinya tidak terus terjadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nazar pun siap memberikan keterangan jika dimintai KPK. "Kalau memang KPK memerlukan keterangan, saya siap diperiksa. Tentunya KPK sendiri tidak bisa bekerja atas dasar isu dan harus ada bukti-buktinya," katanya.
Dalam kesempatan ini Nazar juga membantah telah mengancam KPK. Ia juga membantah mendapat sejumlah uang menyangkut Suap Kemenpora.
"Semua isu yang mengatakan saya mendapat fee Rp 25 miliar sampai isu saya melakukan ancaman dan tekanan pada pengacara dan pimpinan KPK jelas tidak benar. Kamaruddin nampaknya hanya mencari sensasi saja. Lagipula kan dia juga sudah dipecat, ada apa ini?" tanya politisi muda PD ini.
Terakhir, ia berharap tak sedang ada perpecahan di internal PD. Mengingat banyak pihak menduga isu tidak sedap kepadanya menyangkut perpecahan di internal PD.
"Kami tetap solid dan saya yakin tidak ada kader PD yang berada dibalik tudingan ini," harapnya.
(van/ndr)











































