"Kita realistis itu butuh, nah kapan itu diwujudkan. Persoalannya bukan besar kecilnya, persoalannya adalah sesuai dengan kebutuhan," ujar Sekjen Golkar, Idrus Marham, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (9/5/2011).
Menurut Idrus, gedung baru DPR perlu dibangun dalam rangkaian rencana peningkatan kinerja DPR. Karenanya perdebatan tentang ukuran gedung dirasa tidak perlu lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ukuran gedung baru yang lebih kecil menurutnya sudah mencukupi kebutuhan DPR.
"Kita harus realistis seperti apa kebutuhannya," terangnya.
Tolak Lima Staf Ahli
Gedung baru yang hanya 26 lantai dinilai Idrus sudah cukup. Karena anggota DPR tidak perlu menggunakan lima orang tenaga ahli seperti yang sudah disiapkan.
"Saya kira dua yang sekarang sudah cukup. Lima terlalu banyak," tutur Idrus.
Menurutnya tugas anggota DPR harus dijalankan secara optimal oleh anggota DPR sendiri. Keberadaan staf ahli yang terlalu banyak tak menjamin peningkatan mutu DPR.
"Jadi anggota DPR tetap harus berada pada kriteria ideal. Itu bisa dilakukan dengan pendidikan dan kaderisasi yang lebih baik oleh masing-masing parpol," jelasnya.
(van/gun)











































