Mega Anggap Keterlaluan Pihak yang Menafikan Keberhasilannya

Mega Anggap Keterlaluan Pihak yang Menafikan Keberhasilannya

- detikNews
Rabu, 16 Jun 2004 13:23 WIB
Solo - Capres dari PDIP, Megawati mengatakan, selama dia menjabat sebagai presiden dalam tiga tahun terakhir, telah banyak menghasilkan dan menyelesaikan agenda-agenda reformasi.Karena itu kepada pihak-pihak yang selama ini menyatakan dirinya tidak memiliki keberhasilan, Megawati menyebutnya keterlaluan.Hal tersebut disampaikan oleh Megawati saat tampil dalam kampanye terbuka di hadapan belasan ribu pendukungnya di Stadion Manahan, Solo, Rabu (16/6/2004). Tidak seperti biasanya, kali ini Mega menyampaikan pidatonya lebih dari 20 menit dengan berapi-api. Dia menyampaikan berbagai persoalan dari karakteristik kota Solo hingga membeberkan keberhasilan-keberhasilannya.Yang disebut Megawati sebagai keberhasilannya adalah amandemen konstitusi yang dinilainya sebagai keberhasilan besar untuk pelaksanaan agenda reformasi. Selain itu mekanisme pemerintahan karena menurutnya pemerintahannya mampu melaksanaan otonomi daerah dengan tertib dan lancar."Kalau keberhasilan-keberhasilan tersebut tetap dihilangkan dan dianggap tidak ada, saya tidak tahu harus berkata apa. Menurut saya, orang-orang yang seperti itu telah keterlaluan. Hasil-hasilnya sudah ada kok dan itu buktinya, bukan hanya kata-kata. Kalau cuma ngoceh saja ya gampang, ibarat peribahasa tong kosong nyaring bunyinya," kata Mega dengan nada tinggi."Ada pula yang menyatakan kita gagal dalam penegakan hukum. Mereka lupa bahwa sekarang pemerintahan tidak sentralistik. Sekarang sudah ada pemisahan yang jelas antara kekuasaan eksekutif, legislatif dan yudikatif. Kalau persoalan hukum itu penyelesaiannya pada wilayah yudikatif," lanjutnya.Lebih lanjut dia meminta warga di Solo yang dikenal sebagai daerah basis dukungannya untuk menyukseskan pilpres mendatang. Dia berharap janji-janji kader untuk memenangkannya dapat terbukti dengan nyata, tidak seperti janji-janji kader PDIP ketika pemilu legislatif yang lalu."Dulu itu janjinya juga begitu, bahwa kita akan menang. Tapi mana buktinya. Sekarang ini kita akan memilih figur untuk lima tahun ke depan, jadi kita harus bangun lagi semangat kita. Tapi saya tahu orang-orang Solo ini. Solo adalah kota barometer. Kalau Solo sudah berkobar, maka kota-kota lainnya akan ikut berkobar," kata Mega dengan menggunakan ragam bahasa Jawa kebanyakan.Ajakan HasyimSementara itu dalam orasi sebelumnya, Hasyim Muzadi mengharapkan kaum agamis dan nasionalis sebagai elemen paling basar dan besar di Indonesia bergabung mendukung sebuah pemerintahan yang kuat. Menurutnya, pilpres mendatang harus dimenangkan oleh rakyat, bukan kekuatan yang tidak punya rakyat."Lebih dari 30 tahun nahdliyyin dan marhaenis terus minggir dan dipinggirkan. Saatnya kini kita bergabung ke tengah, merebut kemenangan bersama. Saatnya kini rakyat bersatu dengan dipimpin oleh pemimpinnya sendiri untuk melestarikan ajaran kepribadian berbangsa yang diajarkan Bung Karno agar kita tidak terseret globalisasi yang akan menghancurkan kepribadian itu," kata Hasyim.Kampanye itu mundur satu jam dari yang direncanakan. Semula Megawati diagendakan tiba di lokasi pukul 10.00 WIB, namun baru tiba satu jam kemudian. Setelah berkampanye selama satu jam di Solo, rombongan Mega - Hasyim menuju ke Magelang juga untuk kampanye. Ikut dalam rombongan adalah Gunawan Wirosarojo, Pramono Anung, Soetardjo Soerjoguritno, dan lain-lain. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads