"Oh nggak (bermasalah). Itu kan ada beberapa kali dilakukan evaluasi, kemudian ada badan kelayakan yang menentukan layak tidaknya pesawat dioperasikan, dan tentu melihat pengalaman-pengalaman negara lain," ujar Freddy.
Freddy mengatakan itu di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (9/5/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Freddy enggan menyebut penyebab kecelakaan pesawat Merpati MA60 di Teluk Kaimana, Papua Barat, apakah human error atau bukan. Dia meminta publik menunggu hasil investigasi KNKT.
"Sampai sekarang kita belum tahu, kan. Kita menunggu saja, karena ada komunikasinya juga. Nanti juga dalam Flight Data Recorder (VDR)-nya kan kita perlu lihat juga hasilnya kayak apa," ujar Freddy.
Freddy meminta publik menunggu hasil investigasi KNKT untuk mengetahui penyebab jatuhnya Merpati Sabtu (7/5) lalu. "Biarlah hasil investigasi itu bisa mengungkapkan sebab-sebab dari kecelakaan itu," tuturnya.
Freddy menuturkan, pesawat MA60 yang jatuh baru dua bulan beroperasi. Kontrak kerjasama pengadaan pesawat itu ditandatangani pada 2005.
(nik/nrl)











































