"Untuk lapor LHKPN,” ujar Ahmad kepada wartawan di kantor KPK, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Selasa (9/5/2011).
Saat tiba di kantor KPK dengan menggunakan Toyota Alphard sekitar pukul 13.40 wib, Ahmad Heryawan enggan berkomentar banyak. Ia langsung mencari mushola di kantor KPK untuk salat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada dua laporan awal sebelumnya harta orang nomor satu di Jabar itu mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Laporan pertama dilakukannya saat ia masih menjabat sebagai anggota DPRD Jabar yaitu pada 30 Oktober 2001 hartanya berjumlah Rp 375,6 juta dan USD 1900. Kemudian pada laporan kedua yaitu pada 31 Desember 2007 bertambah menjadi Rp 1,81 miliar dan USD 72.000.
Pada laporannya di tahun 2007, Ahmad yang menjabat sebagai Gubernur Jabar dari tahun 2008 hingga 2013 itu memiliki harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan senilai Rp811,4 juta.
Pria kelahiran Sukabumi itu juga memiliki beberapa kendaraan bermotor senilai Rp 415,5 juta serta logam mulia senilai Rp 413,6 juta. Kekayaan Ahmad juga terdiri dari giro atau kas sebanyak Rp 156,5 juta dan piutang sebesar Rp 14 juta.
(fjr/gun)










































