Merpati Tetap Beli Sisa 2 Pesawat MA60 dari China

Merpati Tetap Beli Sisa 2 Pesawat MA60 dari China

- detikNews
Senin, 09 Mei 2011 14:49 WIB
 Merpati Tetap Beli Sisa 2 Pesawat MA60 dari China
Jakarta - Merpati Nusantara Airlines (MNA) tetap melanjutkan pembelian dua pesawat MA60 yang tersisa dari jumlah 15 unit. Pesawat dengan tipe itu pada Sabtu (7/5) siang jatuh di Teluk Kaimana, Papua Barat.

"Masalahnya kan tidak ada kaitan (pembelian dengan jatuhnya pesawat). Kita lihat dari aspek teknis kejadian kemarin kayak apa," ujar Menhub Freddy Numberi di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (9/5/2011).

Freddy ditanya apakah pembelian MA60 tetap dilakukan dari Xian Aircraft, China. Padahal pesawat bertipe sama itu sudah memakan korban dalam kecelakaan di Papua dengan menewaskan 25 orang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Freddy mengaku tidak mengetahui kapan 2 pesawat MA60 akan datang. Dia memastikan pesawat akan datang sesuai dengan kontrak kerjasama yang telah ditandatangani.

Pesawat MA60 dari China yang sudah dibeli Merpati dan masuk ke Indonesia sebanyak 13 unit. Pesawat itu beroperasi di hampir seluruh wilayah Indonesia.

Setelah pembelian itu, Freddy mengatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi. Menurutnya pembelian MA60 tanpa sertifikat FAA dari AS tidak bermasalah, sebab pesawat itu tidak akan beroperasi ke AS.

"Amerika lain dong. Kita dengan Amerika beda dong perlakuan. Kalau pesawat masuk Amerika baru itu berlaku. Kalau kita kan ada standarnya, internasional," ungkap Freddy.

Pembelian MA60 sempat ditolak Jusuf Kalla yang kala itu menjabat Wapres. Namun menurut Freddy, pembelian pesawat itu sudah dilakukan era pemerintahan Megawati Soekarnoputri. Bahkan JK sudah mendapat laporan atas kondisi pesawat itu.

Freddy menepis anggapan pembelian MA60 merupakan 'barter' dengan proyek listrik 10 ribu MW.

"Oh nggak, nggak. Kalau saya lihat pesawatnya dioperasikan di mana-mana juga sama. Saya pikir masih dalam batas-batas wajar. Waktu dibeli juga kan ada badan kelayakan yang ikut menentukan, sertifikasi dan seterusnya," tutup Freddy.




(nik/nrl)


Berita Terkait