Black Box Dua Insiden MA 60 di Papua dan Kupang akan Dibawa ke China

Black Box Dua Insiden MA 60 di Papua dan Kupang akan Dibawa ke China

- detikNews
Senin, 09 Mei 2011 14:39 WIB
Black Box Dua Insiden MA 60 di Papua dan Kupang akan Dibawa ke China
Jakarta - Rupanya bukan hanya black box atau kotak hitam pesawat berjenis MA 60 milik Merpati Nusantara Airlines yang jatuh di Teluk Kaimana, Papua Barat, yang dikirim ke China. Kotak hitam pesawat serupa yang mengalami insiden di Kupang beberapa waktu lalu juga turut dikirim.

Menurut Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Tatang Kurniadi, sebenarnya kotak hitam MA 60 yang mengalami insiden di Kupang akan dikirim 11 Mei 2011. Namun karena ada kecelakaan yang melibatkan jenis pesawat yang sama, maka pengiriman kotak hitam akan dilakukan bersamaan.

"Yang dikirim 11 Mei adalah flight data recorder (FDR) MA 60 yang kecelakaan di Kupang. Karena ada kecelakaan lagi (di Papua), akan diberangkatkan bersama (FDR-nya)," ujar Tatang di Kantor KNKT, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (9/5/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tatang mengaku belum tahu kapan kedua FDR tersebut akan dikirimkan ke China. "Belum tahu kapan. Masih menunggu konfirmasi dari pabrik pembuatan FDR di China," ucap Tatang.

Pagi tadi, saat dihubungi detikcom, Tatang mengatakan, jika peralatan yang dimiliki China lengkap, maka dalam seminggu, data yang ada dalam FDR akan selesai terbaca. Tatang mengingatkan, FDR bukan untuk konsumsi publik namun untuk kepentingan investigasi.

"Ingat ya, ini bukan untuk publik, tapi untuk investigator. Ini untuk keperluan

penyelidikan," imbuh Tatang.

Ketua Subkomite Udara KNKT Masruri menambahkan, waktu pembacaan FDR tergantung pada kondisi barangnya. "Jika rusak, harus diperbaiki. Dan jika kerusakan parah harus dikirim ke pabriknya," ujar Masruri melalui pesan singkatnya. Sayang, Masruri tidak merinci bagaimana kondisi kotak hitam yang telah ditemukan tersebut.

No registrasi pesawat MA 60 yang tergelincir di Kupang pada 19 Februari lalu adalah PK-MZJ. Sedangkan pesawat MA 60 yang jatuh di Teluk Kaimana, Papua Barat, bernomor registrasi PK-MZK.

Dari Wikipedia, FDR dikenal pula sebagai accident data recorder (ADR). Alat ini
populer disebut dengan black box. Ini merupakan perangkat elektronik yang digunakan
untuk merekam berbagai instruksi yang dikirim ke sistem elektronik di pesawat.

Bentuk lain dari data penerbangan adalah cockpit voice recorder (CVR), yang merekam
percakapan di kokpit, komunikasi radio antara awak kokpit dan lain. Ada beberapa
alat yang telah menggabungkan dua fungsi ini.

Data yang disimpan oleh FDR digunakan untuk investigasi kecelakaan, menganalisa
isu-isu keselamatan udara, dan mengetahui kinerja mesin. Karena penting untuk
menyelidiki kecelakaan, maka perangkat ini diatur International Civil Aviation
Organization (ICAO).

Alat ini didesain agar kuat dan tahan api, serta biasa ditaruh di bagian ekor pesawat yang relatif aman. Selain itu, alat ini dibuat dengan warna cerah yakni oranye agar mudah ditemukan ketika dicari di reruntuhan pesawat yang mengalami kecelakaan. Berbagai ketentuan ini diatur karena black box adalah faktor penting untuk menganalisa kecelakaan maupun insiden.

FDR, bagian dari black box Merpati MA 60, ditemukan pada Minggu (8/5) sore di kedalaman 12 meter. Sedangkan bagian lainnya, CVR, telah ditemukan namun belum diangkat.

(vta/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini