Kelompok pengunjuk rasa yang terdiri dari 12 orang itu menamakan diri Komite Aksi Jaminan Sosial. Mereka mengaku mewakili 68 serikat buruh dan petani yang saat ini sedang berunjuk rasa di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (9/5/2011).
Semula mereka berniat masuk ruang rapat paripurna DPR untuk bisa beraksi di dalam. Namun rencana tersebut dihalangi oleh petugas keamanan dalam DPR yang berjaga di depan pintu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai gantinya, Sugilang mengajak 11 orang temannya menggelar aksi tidur di depan pintu masuk ruang rapat paripurna. Aksi mereka berhasil menarik perhatian anggota DPR yang keluar dari ruang rapat.
Salah seorang di antaranya adalah Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso. Dia mampir ke tempat para pengunjuk rasa itu menggelar aksi tidur dan berdiskusi bersama soal pengesahan RUU BPJS sebagai UU.
"Kami akan berada paling depan untuk mengesahkan UU ini. Kita akan gunakan hak konstitusional sebagai anggota DPR. Bila berhasil disahkan, ini jadi mahakarya bagi jaminan sosial rakyat kita. Vietnam yang ekonominya di bawah Indonesia, bisa membentuk BPJS," janji dia.
Dialog antara politisi senior Golkar dengan pengunjuk rasa hanya berlangsung lima menit. Pengunjuk rasa ikut membubarkan diri setelah Priyo meninggalkan arena diskusi.
(lh/fay)











































