"Tidak benar kita lelet, hari ini kita menyerahkan RUU BJPS. RUU lain sesuai dengan waktunya," kata Menko Kesra Agung Laksono di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (9/5/2011).
Agung mengatakan, kalau pun pemerintah terlambat menyerahkan draf RUU ke DPR, biasanya pemerintah memberitahu dengan mengirimkan sebuah surat. "Kalau misalnya terlambat, biasanya kita kirim surat," kata politisi Partai Golkar tersebut membantah Nudirman yang juga kader Golkar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Nudirman Munir, mengungkapkan jika ia lebih banyak menganggur. Sebab beberapa bulan terakhir ini, ia tidak pernah mengikuti rapat pembahasan undang-undang.
"Saya menganggur dari tugas legislasi saya, karena pemerintah tak kunjung menyerahkan RUU," kata Nudirman saat interupsi dalam sidang paripurna di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (9/5/2011).
Nudirman meminta semua pihak tidak hanya menyalahkan DPR atas kinerja legislasi DPR yang rendah. Tak kunjung diserahkannya RUU usulan pemerintah juga memberi andil leletnya pembahasan RUU.
"Apakah ini salah DPR?" tanya Nudirman tanpa merinci RUU apa yang tak kunjung diserahkan pemerintah.
(anw/nrl)











































