"Kita tidak bisa melihat masa depan kalau tidak bisa menghargai satu sama lain atau jika pemerintah ASEAN gagal mengatasi tenaga kerja," kata Chairman ASEAN Leadership Forum 8th, Aburizal Bakrie di Hotel Nikko, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu, (8/5/2011).
Ical berharap forum tersebut dapat memecahkan isu lapangan pekerjaan. Karena perlindungan pekerja di luar negeri selalu menjadi permasalahan utama tiap negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ical juga mengingatkan pentingnya keamanan dalam berbisnis. "Bisnis tidak berjalan baik jika orang-orang tidak merasa aman," terangnya.
Namun demikian, dia juga mengingatkan pentingya kesejahteraan karyawan dalam menggerakan sektor industri. "Perindustrian bisa berjalan lancar jika para pekerjan merasa nyaman," cetus Aburizal yang mengenakan jas warna hitam ini.
"Dengan adanya forum ini maka menggiring opini publik tentang masa depan bisnis dan tentang ASEAN 2015. Kita juga di sini akan mendiskusikan beberapa topik yaitu hubungan antar negara ASEAN dan generasi muda di ASEAN," tandas Aburizal.
Sambutan selamat datang yang berlangsung selama 1 jam ini juga diisi pidato oleh Wapres RI Boediono, Perdana Menteri Malaysia Sri Mohamad Nadjib dan Perdana Menteri Kamboja Champrasidh.
(asp/ape)










































