"Ada atau tidak seperti di Pakistan, kita akan menggalang kekuatan menghadapi terorisme. Cuma apa yang terjadi di Pakistan menggarisbawahi bahwa langkah-langkah kesiagaan itu akan dilakukan dengan sebaik-baiknya," kata Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Hal itu dikatakan dia dalam kapasitas Indonesia selaku Ketua ASEAN saat menyampaikan hasil KTT ke-18 ASEAN di Jakarta Convention Center (JCC), Jl Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Minggu (8/5/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terorisme, lanjut SBY, terkait erat dengan kejahatan transnasional. ASEAN melihat dalam konteks jangka panjang bahwa kerjasama untuk mencegah terorisme perlu terus dijalankan.
"Kita melihat dalam konteks jangka panjang bahwa kerja sama ASEAN untuk mencegah terorisme akan terus kami jalankan. Tentu saja apa yang terjaid minggu lalu memuat kesiagaan semua pihak untuk hadapi aksi-aksi terosime dari dari pihak manapun tetap kita pelihara," cetusnya.
KTT ke-18 ASEAN menyepakati beberapa hal, antara lain dalam bidang penanganan terorisme, ketahanan pangan dan energi, partisipasi masyarakat dan konflik Kamboja-Thailand. KTT ASEAN berlangsung dari Sabtu 7 Mei kemarin dan ditutup hari ini oleh Presiden SBY.
(irw/lh)











































