" Kita terus melakukan upaya pencarian, namun karena medan yang sangat curam, upaya kita belum berhasil menemukan 8 korban lainnya ", ujar anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Garut, Fajar, kepada wartawan di lokasi bencana, Sabtu (7/5/2011)
Banjir ini juga menyebabkan 7 orang meninggal tertimbun tanah longsor. Sedangkan 2 rumah yang berada tepat dibawah bukit tersebut rata dengan tanah serta satu masjid rusak berat.
Ke 7 Korban meninggal tersebut yaitu pasangan suami istri Ade Diman (52) dan Hasanah (40) serta 4 orang anaknya yaitu Risman Shidiq (17) , Usup (11), Rohmah (7), Dewi (5) serta Ikhsan (15 bulan) cucu dari pasangan suami istri Ade Diman dan Hasanah.
Berdasarkan data dari Posko Utama Penanggulangan Bencana Dewi, Yusuf dan Risman masih belum berhasil ditemukan. Adapun pencarian korban hari ini baru berhasil menemukan 2 korban meninggal dunia yaitu Isan (15), warga Kampung Sawah Peuteuy, Desa Kertamukti, Kecamatan Cikelet dan Saeful Hayat (47) warga Kampung Pasantren, Desa Sirnabakti, Kecamatan Pameungpeuk.
" Keduanya ditemukan Sabtu pagi tadi setelah terbawa hanyut cukup jauh dari tempat tinggalnya yang hancur ", ungkap Fajar.
Semua korban yang telah berhasil diangkat dari longsoran langsung dimakamkan di pemakaman setempat. Sementara warga yang lain terus mencari korban yang masih tersisa di lokasi longsoran. Rata-rata korban terkubur material longsoran sedalam 1 sampai 1,5 meter dan tersapu puluhan meter dari posisi rumah awal.
(asp/asp)











































