"Keluarga masih dalam keadaan shock. Orangtua korban, ayahnya masih di Jambi dan ibunya masih di Hong Kong," ujar kerabat Chen, Hong, saat ditemui di kediaman keluarga Chen di Jl Karanganyar Kavling 5354 Blok D No 16, Jakarta Pusat, Minggu (8/5/2011).
Hong tampak sedih. Beberapa kali pandangannya menerawang jauh. Dia terlihat begitu terpukul dengan kepergian Chen. Hong menuturkan, ayah dan ibu Chen sudah mengetahui kabar yang menimpa puteranya dan malam ini dalam perjalanan menuju Jakarta.
"Setahu saya, terakhir kontak Chen dengan keluarga pada awal Mei lalu," ucap Hong.
Kabar sedih ini didapat Hong dari seorang teman di Papua pada Sabtu (7/5) pukul 13.00 WIB. Hong lantas memberitahukan kabar itu ke keluarga Chen. Untuk memastikan kabar itu, Hong pun menelepon ke Merpati, namun nama Hong tidak ada dalam daftar.
"Akhirnya sore hari saya langsung ke kantor Merpati di Jalan Angkasa, Kemayoran, akhirnya saya menemukan nama kerabat saya itu," sambung pria berambut lurus itu.
Chen, imbuhnya, ada di Papua Barat karena ada urusan bisnis. Maklum, Chen adalah pebisnis kayu yang biasa bolak-balik Sorong-Nabire. Kemungkinan jenazah Chen besok sore tiba di Bandara Soekarno-Hatta. Setelah itu, jenazah akan disemayamkan di rumah duka RS Husada, Mangga Besar.
Menurutnya, biaya perjalanan dari Sorong sampai Cengkareng ditanggung pihak Merpati. Setelah itu, biaya perjalanan ke RS Husada ditanggung keluarga. Saat ini, kakak ipar Chen telah terbang ke Papua Barat untuk melihat kondisi jenazah.
Pada Minggu petang ini, kondisi kediaman keluarga Chen tampak lengang. Ruko tiga lantai bercat putih itu sepi dari aktivitas penyambutan jenazah. Sebab semua prosesi persemayaman hingga sembahyang dilakukan di rumah duka RS Husada.
Pesawat MA 60 yang dioperasikan Merpati jatuh di Teluk Kaimana, Papua Barat. Menurut GM Corporate Secretary & Legal Merpati Imam Turidy, pesawat mengangkut 19 penumpang dan 6 kru. Pesawat naas itu menghujam laut sekitar 500 meter dari landasan pacu Bandara Utarom, Kaimana. Semua penumpang dan kru pesawat tewas. Hingga saat ini sudah ada 20 korban yang telah ditemukan.
(vit/nrl)











































