Demikian ungkap Slamet Juhari (53), kapten kapal MV Sinar Kudus. Dia ditemui di kediamannya di Perum Griya Kencana 2, Ciledug, Tangerang, Minggu (7/5/2011).
"Ketika baru dibebaskan 1 Mei 2011 jam 10 pagi, kami sempat mau dirampok lagi oleh perompak lain. Tapi tiga kapal dari navy (TNI AL) Indonesia menyelamatkan kami," ungkap Slamet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka bilang tahu dari VOA dan BBC bahwa Indonesia telah mengirim navy (TNI AL). Saya bilang itu tidak benar. Pokoknya sebisanya saya meyakinkan perompak," ujar Slamet.
Namun ternyata pasukan TNI memilih menahan diri dan menunggu hingga kapal MV Sinar Kudus dan seluruh ABK-nya dibebaskan. Sikap tersebut dinilai Slamet sangat tepat sebab bisa dilakukan penyerbuan, maka pasti akan ada anak buahnya yang jadi korban jiwa.
Meski sebenarnya bila dilakukan penyerbuan, sudah pasti kawanan perompak akan kalah sebab mereka bukan kelompok terlatih. Namun demikian sangat nekat sehingga bisa saja menewaskan ABK bisa sudah terdesak posisinya.
"Saya salut terhadap navy kita. Mereka mau menjaga jarak dan sabar. Ini seperti di film-film saja. Kelengkapan perompak sangat lengkap dan kecepatan kapalnya lebih dari 40 mil," papar Slamet.
(lh/lh)











































