"Ini berarti roadmap to zero accident yang dibangun Kemenhub gagal. Pesawat yang tidak layak diterbangkan seharusnya tidak diterbangkan supaya tidak terjadi kecelakaan seperti ini lagi," kritik anggota Komisi V DPR, Marwan Jafar, kepada detikcom, Minggu (8/5/2011).
Marwan menilai Kemenhub tak pernah transparan dalam hal evaluasi keselamatan transportasi nasional. KNKT yang selama ini menyelidiki berbagai kecelakaan transportasi udara juga tak pernah membuka hasil penyelidikannya.
"Roadmap ini kan untuk meminimalisir kecelakaan, tetapi tidak pernah ada transparansi langkah evaluasi yang dilakukan Kemenhub. Seharusnya semuanya dilakukan secara transparan agar masyarakat dapat melihat. Memang Kemenhub belum berhasil dan harus serius menyelidiki dan disampaikan ke publik," keluh Ketua FPKB DPR ini.
Ia pun meminta Menhub Freddy Numberi untuk mengambil langkah konkret menjamin keamanan transportasi nasional. Utamanya untuk segera mengecek kelaikan terbang semua pesawat komersil.
"Cek semua pesawat yang ada, layak atau tidak. Kalau ada human eror ya diteliti," imbaunya.
Pesawat terbang jenis MA 60 milik Merpati jatuh di Teluk Kaimana, Papua Barat, Sabtu (7/5) kemarin. Kecelakaan ini merupakan kasus kedua di Indonesia.
Bahkan kecelakaan yang hingga saat ini dikabarkan menewaskan 17 orang penumpang ini terhitung paling parah dibanding sebelumnya yang terjadi di Philipina, Zimbabwe dan Myanmar. Pesawat MA 60 dibuat di China sejak tahun 2000.
(did/van)











































