Akibat tawuran ini, aktivitas minggu pagi ratusan warga Makassar di lingkungan masjid menjadi terganggu, seperti kegiatan senam pagi di halaman depan masjid terhenti saat puluhan remaja tanggung saling lempar batu. Selain bersenjatakan batu, peserta tawuran juga membawa balok kayu dan pentungan.
Beberapa lampu taman masjid juga pecah setelah terkena lemparan batu. Banyak orang tua yang membawa bayi ikut lari menyelamatkan diri. Tawuran yang berlangsung sekitar 15 menit ini kemudian dibubarkan oleh beberapa pria dewasa yang mengikuti senam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Suleha, pedagang Nasi Kuning di depan masjid yang ditemui detikcom, tawuran antar belia ini sudah kerap terjadi setiap minggunya. Dua kelompok remaja anarkis itu berasal dari jalan Kandea dan jalan Maccini Gusung. "Tidak tahu masalahnya apa mereka suka berkelahi saat mereka bertemu di acara keramaian seperti hari minggu ini," pungkas Suleha.
(mna/van)










































