Al Qaeda Ancam akan Bunuh Sandera AS di Arab Saudi
Rabu, 16 Jun 2004 10:58 WIB
Jakarta - Sebuah video yang dikatakan berasal dari cabang al Qaeda dan dirilis di sebuah situs internet memperlihatkan warga AS yang menjadi sandera mereka. Kelompok tersebut mengancam akan membunuh Paul Marshall Johnson yang diculik di Arab Saudi.Penyandera meminta anggota militan-militannya yang ditahan di Arab Saudi agar dibebaskan dalam waktu 72 jam. Jika tidak, Johnson akan dibunuh. Demikian statemen yang dibacakan seorang pria bersenjata dalam video tersebut, seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (16/6/2004). Pria yang mengenakan ikat pinggang berisikan bahan peledak itu memperkenalkan dirinya sebagai Abdel Aziz Al-Muqrin, pemimpin kelompok al Qaeda di semenanjung Arab. Terlihat pula Johnson yang menyebutkan identitasnya, kebangsaannya dan mengatakan bahwa dia bekerja sebagai teknisi aviasi. Seorang pejabat tinggi Saudi menegaskan bahwa pemerintah Saudi tidak akan bernegosiasi dengan para teroris yang mengancam akan membunuh tawanan asal AS itu. "Posisi kami selama 30 tahun terakhir adalah tetap sama," tegas Adel al-Jubeir, penasihat urusan luar negeri bagi Putra Mahkota Saudi, Pangeran Abdullah bin Abdul Aziz, kepada CNN."Kami tidak bernegosiasi dengan para teroris, para penyandera karena itu akan membuat kita membuka pintu untuk lebih banyak penyanderaan dan terorisme," imbuhnya.Pejabat Saudi itu mengatakan bahwa pemerintahnya tengah menyelidiki keotentikan statemen dan video yang diposting di internet itu. "Kita tidak bisa begitu saja mempercayai apa yang terlihat di situs," ujar Jubeir. "Secara teori, siapapun bisa memasang apa saja di situs," tuturnya.
(ita/)











































