"Kejadiannya pukul 08.30 WIB pagi tadi saya lagi naik sepeda dari Masjid Istiqlal terus lewat depan Istana itu, bukan yang forbidden area, tadinya mau ke Jl Sudirman tapi ternyata ditutup. Terus mikir enak lewat Gambir, jadi udah spontan muter balik, nggak sadar itu forbidden area," ujar Rinaldi, saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (7/5/2011).
Sudah meminta maaf, tapi Rinaldi justru dipanggil Paspampres. Ia pun mendekat ke pos Paspampres tak jauh dari lokasi tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena tindak kekerasan yang dialaminya tersebut, dia kemudian melapor ke markas Pomdam Jaya. Ia langsung diminta mengikuti serangkaian proses visum.
"Saya lalu lapor ke markas Pomdam Jaya di Jl Guntur, Manggarai. Saya diantar ke RSCM untuk visum, hasilnya keluar tiga hari lagi,"tuturnya.
Sebagai warga Jakarta yang ingin menikmati hari libur sambil bersepeda, ia berharap kejadiannya tak terulang kembali. "Kalau rakyat salah ya ditegur jangan asal pukul," harapnya.
Saat ini Rinaldi terus menerima dukungan teman-temannya di jejaring sosial twitter. Sejumlah teman-temannya menyebut-nyebut Rinaldi adalah keponakan mantan Pangkostrad yang baru saja digantikan Letjen TNI Pramono Edhie Wibowo yang dilantik Presiden SBY beberapa waktu lalu.
Sementara itu Kapuspen TNI Laksamana Muda Iskandar Sitompul dan Komandan Paspampres tidak bisa dihubungi saat diminta konfirmasi terkait insiden ini.
(van/ndr)











































