"Menurut pengakuan dari menara pengawas, mereka baru lost contact pada saat pilot sudah melakukan konfirmasi untuk pendaratan," jelasnya di Kemenhub, Jl Medan Merdeka Barat, Sabtu (7/5/2011).
Didampingi Dirjen Kelaikan udara dan pengoperasian pesawat udara Yurlis Hasibuan dan deputi logistik dan infrastruktur BUMN Sumarwoto, Harry mengatakan cuaca pada saat itu hujan. Menurutnya, pesawat harus melakukan overhead di atas runway untuk memastikan landasan terlihat dan clear.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Harry mengaku tidak mengerti kenapa pada akhirnya terjadi kecelakaan maut tersebut. Tim KNKT bersama dengan Tim Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan segera diberangkatkan ke lokasi untuk menyelidikinya.
Nasib naas menimpa pesawat Merpati PK-MZK dengan nomor penerbangan MZ 8968 rute Sorong-Kaimana. Pesawat berpenumpang 21 orang dan diawaki 6 orang itu jatuh di perairan Kaimana.
(gah/lh)










































