"Bagian terpenting, yaitu black box masih di dasar laut. Yang sudah ditemukan baru serpihan-serpihan saja," ujar Kepala Sub Seksi Operasi Kantor SAR Sorong, M Arifin, saat dihubungi detikcom, Sabtu (7/5/2011).
Tim SAR yang dibantu masyarakat dengan menggunakan perahu-perahu kecil dan alat selam dari TNI AL melakukan pencarian serpihan pesawat yang ada di dasar laut. Hal ini karena korban yang belum ditemukan diperkirakan tertimbun serpihan pesawat di dasar laut tersebut. Radius pencarian ditetapkan sejauh 50-100 meter dari lokasi titik jatuhnya pesawat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ombaknya sudah tinggi. Pesawatnya sudah mulai bergeser ke tengah 500 meter," ujar Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Wachyono, kepada detikcom.
Pencarian korban akan dilanjutkan Minggu (8/5) pagi. Sepanjang malam ini kapal-kapal yang ada di sekitar peraian Kaimana tetap memantau posisi pesawat dan kondisi cuaca di Kaimana.
"Besok pagi dilanjutkan. Tim dari KNKT juga besok sudah datang," katanya.
Pesawat Merpati jurusan Sorong-Kaimana ini jatuh pukul 15.15 WIT. Pesawat jatuh di perairan Teluk Kaimana hingga jaraknya dari landasan lapangan udara Kaimana tinggal 500 meter.
Pesawat baling-baling tipe MA 60 itu membawa 27 orang yang terdiri dari 21 penumpang termasuk 2 bayi dan 6 orang awak pesawat. Hingga sore ini baru 16 jenazah yang sudah dievakuasi dari lokasi jatuhnya pesawat. Termasuk Kabag Ops Polres Kaimana AKP Teddy Effendy, istrinya dan seorang anaknya.
(nvc/gah)











































