Hal itu disampaikan Konselor Fungsi Pensosbud Ayodhia Kalake kepada detikcom, Jumat (6/5/2011).
"Dengan demikian, pemohon visa, pembuatan paspor RI, legalisasi, pelayanan kekonsuleran dan keimigrasian lainnya kini dapat melakukan pembayaran secara cepat dengan kartu debit. Tidak perlu lagi menyediakan uang tunai," ujar Kalake.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan moto Ramah, Cepat dan Transparan, KBRI Berlin berusaha untuk dapat memberikan pelayanan prima," kata Dubes seraya menjanjikan akan terus melakukan berbagai upaya demi peningkatan mutu pelayanan KBRI Berlin.
Menurut Dubes, meningkatnya jumlah WNI, yang umumnya para pelajar Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Jerman maupun jumlah WN Jerman yang berkunjung ke Indonesia, menuntut perbaikan dan peningkatan pelayanan.
"Saat ini terdapat sekitar 3.000 pelajar Indonesia di berbagai kota di Jerman, selain juga sekitar 12.000 WNI yang menetap di Jerman," papar Dubes.
Selain itu, lanjut Dubes, jumlah wisatawan Jerman yang menghabiskan waktu liburannya di Indonesia terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2010 wisatawan Jerman yang berlibur ke Indonesia berjumlah 138.707, meningkat 9,85% dari tahun sebelumnya.
Dijelaskan, sebagai negara ribuan pulau dengan ragam budaya sangat majemuk, tak pelak pariwisata akan berperan sebagai sektor andalan pendulang devisa.
"Berbagai kegiatan promosi pariwisata juga telah dilakukan, sehingga peluncuran program visa 1 jam dan pembayaran elektronik akan memberikan kemudahan bagi para wisatawan tanpa mengabaikan aspek keamanan," demikian Dubes.
(es/es)











































