Pendaftaran bagi penderita yang ingin menjalani operasi sudah dibuka sejak 27 April lalu. Pendaftaran sebelumnya dilakukan di kantor Pusat Palang Merah Indonesia (PMI), kantor Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) dan beberapa kantor swasta lainnya.
"Operasi katarak gratis yang dilaksanakan PMI bersama Perdami untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang kurang mampu. Agar mereka bisa lebih jelas melihat dan menjalani hidup yang normal. Kita semua hendaknya turut serta menanggulang penyakit katarak," kata ketua PMI Jusuf Kalla di RCSM, Jl Diponegoro, Jakarta, Sabtu (7/5/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ayu mengatakan, 50 orang itu terseleksi dari ratusan orang yang mendaftar. Mereka terpilih karena dianggap memenuhi kriteria mendapatkan operasi gratis salah satunya berasal dari keluarga tidak mampu.
"Jadi sebelum kita loloskan mereka ini sudah kita periksa juga, mereka ini berasal dari keluarga yang tidak mampu dan saat mendaftar membawa surat keterangan sakit katarak dan sudah keterangan tidak mampu.
PMI sendiri menargetkan 200 orang Jakarta bisa mengikuti program operasi katarak gratis ini. Untuk mencukupi kuota, hari ini juga dibuka sistem pendaftaran on the spot di ruang bedah mata RSCM.
"Hari ini lebih banyak ya kayanya, tapi tetap kita akan periksa dulu. Jangan sampai dia cuma plus minus, bilangnya katarak," jelas Ayu.
Salah seorang peserta operasi katarak gratis, Sumarno (62), mengaku senang dengan adanya kegiatan seperti ini. Menurutnya, ini bisa meringankan bebannya sebagai keluarga yang tidak mampu.
"Bapak saya senang bisa ikut program ini, mumpung gratis. Saya kan dari keluarga tidak mampu," ujar anak Sumarno, Gofur.
Menurut penuturan Gofur, Sumarno sudah menderita Gofur selama tiga tahun. Sumorano juga tidak lagi bekerja sejak katarak yang dideritanya semakin menyulitkan dia melihat.
"Jadi yang kerja cuma saya dan ibu yang bekerja sebagai tukang cuci baju," kisah Gofur.
Saat mengurus persyaratan sang ayah, Gofur juga mengaku tidak ada kesulitan. "Kita cuma disuruh bawa surat miskin dan surat cek gula darah," imbuh pria berkacamata ini.
Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan dari tiga juta orang buta yang ada di Indonesia, separuh diantaranya karena penyakit katarak. Dan setiap tahunnya, diperkirakan ada 240 ribu kasus katarak baru di Indonesia.
(lia/gah)











































