"Travel agent yang nakal harus dikenai sanksi (ditutup)," kata Pastika saat membuka Konvensi Gabungan Industri Pariwisata Bali (GIPI) di Bali Safari and Marine Park, Gianyar, Bali, Jumat (6/5/2011).
Pastika menceritakan, ia melihat langsung praktek paket wisata 'jual beli kepala' di Cina. Saat berkunjung ke Cina, ia menyaksikan paket wisata ke Bali dijual sangat murah di Cina. Wisatawan yang berangkat rombongan hanya dikenai biaya transportasi pesawat dan hotel dengan tarif yang sangat murah.
Setelah di Bali, semua akomodasi akan dibebankan kepada pemandu wisata. Akibatnya, wisatawan hanya diajak keliling art shop dan restoran murah agar mendapatkan tips untuk menutup biaya akomodasi bus yang dibebankan kepada pemandu wisata.
"Jual beli kepala, kenapa kita tidak bisa memberantas. Saya tidak yakin tidak bisa memberantas," kata Pastika kepada para pelaku industri pariwisata.
Ia pun berjanji akan menegakkan hukum di bidang pariwisata. "Penegakan hukum di bidang pariwisata harus tegas," ujarnya.
(gds/fay)











































