Kalla Ditolak Mahasiswa IAIN Sultan Syarif Qasim Pekanbaru
Rabu, 16 Jun 2004 09:55 WIB
Pekanbaru -
Kedatangan Jusuf Kalla di kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Syarif Qasim Pekanbaru disambut kontroversi. Sejumlah mahasiswa menerima sebagiannya lagi menolak. Kedatangan Kalla ke kampus IAIN Sultan Syarif Qasim, Jl. Pelajar, Pekanbaru, Riau, Rabu (16/6/2004) bertujuan melakukan silaturahmi. Acara penyambutan pun sudah disiapkan oleh kalangan sivitas akademika IAIN Syarif Qasim.Namun kenyataannya, kedatangan Kalla tidak berjalan mulus layaknya jalan tol. Pasalnya, puluhan mahasiswa IAIN Syarif Qasim lainnya menolak kedatangan cawapres Partai Demokrat itu. Mereka menolak kampusnya dijadikan ajang kampanye.Para mahasiswa ini menyesalkan sikap Rektor IAIN Syarif Qasim, Hamdan Lutfi yang membiarkan kedatangan Kalla. Kecaman dilontarkan kepada teman-teman mereka yang memberikan kesempatan Kalla berkampanye di dalam kampus IAIN Syarif Qasim.Selain berorasi, para mahasiswa ini juga mengusung berbagai poster dan spanduk. Poster dan spanduk tersebut antara lain berbunyi 'Pembohong Rakyat Dilarang Masuk Kampus', 'Militerisme dan Reformis Gadungan Haram Masuk Kampus', 'Jangan Nodai Kampus Kami dengan Visi dan Misi Busukmu'.Kalla sempat mencoba berdialog dengan para mahasiswa yang menolak kedatangannya. Sayangnya niatan Kalla itu tidak mendapat tanggapan yang positif. Para mahasiswa itu terus berteriak-teriak meminta Kalla pulang. "Pulang...pulang...pulang," teriak para mahasiswa.Sikap para mahasiswa itu sempat membuat Kalla sedikit emosional. Kalla menilai sikap tersebut sebagai tindakan anti demokrasi. "Kalau kalian memang seorang demokrat, mari kita bicara. Jangan hanya berteriak-teriak seperti itu," tegas Kalla dengan nada tinggi.Lagi-lagi, omongan Kalla ini tidak ditanggapi para mahasiswa. Mereka tetap menolak kehadiran mantan Menko Kesra itu di kampus IAIN Syarif Qasim. Buntutnya, Kalla memilih angkat kaki. Kalla batal menyampaikan visi dan misi capres-cawapres yang sedianya dilakukan di Aula kampus IAIN Syarif Qasim.Beberapa saat setelah Kalla meninggalkan Kampus IAIN Syarif Qasim, para mahasiswa pun membubarkan diri. Ketegangan antara mahasiswa pro dan anti Kalla sebelumnya tidak berujung pada bentrokan fisik.
(djo/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































