"Jangankan terlibat dalam NII KW 9, berpikir ke arah sana saja tidak boleh," ujar Hatta di sela-sela KTT ASEAN, Jakarta Convention Center (JCC), Jl Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Jumat (6/5/2011).
Menurut Hatta, bangsa Indonesia sudah memiliki dasar negara yang kuat. Bahkan menurutnya, Indonesia yang merdeka sejak 17 Agustus 1945 telah memiliki empat pilar negara yang tidak bisa ditawar lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, mantan anggota NII KW 9 yang kini mendirikan NII Crisis Center, Sukanto, mengungkapkan pembangunan dan operasional Pondok Pesantren Al Zaytun sepenuhnya didanai dari anggota NII yang direkrut. Al Zaytun sebagai lembaga pendidikan formal sendiri merupakan salah satu target program NII untuk melahirkan sosok intelektual pengambil keputusan dalam bidang politik.
"Bukan tidak mungkin mereka disiapkan untuk disebar di kantung-kantung politik untuk nantinya menjadi pengambil keputusan dalam karir politik," kata Sukanto di sela pertemuan dengan Lembaga Dakwah Kampus Darma Persada, di Kelapa Dua, Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (6/5/2011).
Bahkan menurut Menteri Peningkatan Produksi NII KW 9 tahun 1997-2003, Imam Supriyanto, NII KW 9 sudah melakukan infiltrasi ke sejumlah partai politik besar sekelas Golkar dan PD.
"NII memang sengaja merekrut banyak mahasiswa, kampus, birokrasi, dan bahkan partai politik seperti Golkar, Demokrat dan beberapa partai yang lain," ujar Imam beberapa waktu lalu di gedung DPR, Senayan, Jakarta.
(her/rdf)











































