Tapi aksi mereka tak berlangsung mulus. M dan Utin ditangkap jajaran Reskrim Kelapa Gading di Hotel Alia Matraman, Jakarta Timur, pada Jumat (6/5/2011) pukul 03.00 WIB.
Penangkapan M dan Utin berawal dari Maria yang melaporkan apartemen miliknya di Kelapa Gading Mediterania lantai 11 ditemukan dalam keadaan berantakan pada 2 Mei 2011. Barang berharga milik Maria raib. Brankas perhiasan ditemukan dalam kondisi rusak dan terbuka. Demikian pula dengan 1 unit mobil Ford Escape tahun 2004 warna coklat dicuri.
Atas laporan Maria, polisi bergerak memburu pelaku. "Diduga mereka melakukan aksi ini berdua. Mereka sepasang kekasih," kata Kapolsek Kelapa Gading Kompol Adityawarman dalam jumpa pers di Mapolsek Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Barang bukti yang disita antara lain 200 macam-macam perhiasan berupa cincing, kalung, dan giwang, surat jual beli di toko emas, dan rekening transfer bank sebesar 50 juta, dan uang tunai Rp 7 juta. Kerugian ditaksir mencapai Rp 1,5 miliar.
Selain itu, kata Adityawarman, sebuah handphone yang di dalam foto tersebut ada foto mobil Ford Escape yang warnanya diduga sudah diganti turut disita.
Menurut dia, Utin yang bekerja sebagai asisten ini mengaku sakit hati lantaran sering ditelantarkan Maria yang berprofesi sebagai pengusaha perhiasan.
Adityawarman mengatakan, Utin berhasil membobol apartemen Maria dengan memakai kartu akses apartemen milik Maria karena telah menjadi orang kepercayaan dan mereka tinggal bersama.
Anggota TNI diproses di mana? "Kalau untuk lelakinya diserahkan kepada yang punya sesuai UU yang berlaku," jawab Adityawarman.
Utin yang dipamerkan di hadapan wartawan hanya bisa menangis. Perempuan yang mengenakan jaket jins warna abu-abu ini terus duduk membelakangi para wartawan. Sedangkan kekasihnya tak dipamerkan karena telah diserahkan kepada otoritas TNI.
(aan/nrl)











































