Wakil Ketua DPR: Nggak Boleh Katain DPR Bodoh

Wakil Ketua DPR: Nggak Boleh Katain DPR Bodoh

- detikNews
Jumat, 06 Mei 2011 12:58 WIB
Wakil Ketua DPR: Nggak Boleh Katain DPR Bodoh
Jakarta - Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan adem ayem menanggapi kritik pedas masyarakat seputar kunjungan kerja (kunker) anggota DPR ke sejumlah negara saat masa reses. Ia berharap anggota Dewan transparan memberikan informasi ke publik.

"Kritik publik bagus, alhamdulillah. Kalau rakyat mengeluh dan menyampaikan aspirasi kita terima. Jangan sekali-sekali kita menutup informasi, jangan sampai DPR tertutup. Kalau terkesan tersembunyi tentunya pasti akan disampaikan ke publik. Kita harus imbangi transparansi dan akuntabilitas untuk publik. Itu penting," papar Taufik di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (6/5/2011).

Bagaimana soal Komisi VIII yang dikatakan bodoh terkait alamat email? "Jangan sampai DPR dikatain bodoh. Nggak boleh, ini kan institusi resmi, DPR terdiri dari 560 orang tetapi kalau penyampaian secara santun tidak masalah. Masih wajar kritik yang sekarang, selama kritik konstruktif tidak ditunggangi ya kita sambut," lanjut dia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika ditanya mengenai kunker DPR pada masa reses, Taufik mencontohkan kunjungan kerja Komisi X DPR ke Madrid, Spanyol, telah sesuai dengan yang diharapkan, melihat perkembangan olahraga Spanyol yang maju pesat.

"Cukup strategis manakala meninjau stadion dan pusat pariwisata dan pengembangan dalam negeri," kata Taufik.

Menurut dia, harus ada laporan setelah kunjungan kerja dan akan dievaluasi. Hal itu untuk meningkatkan efektivitas kinerja anggota DPR agar lebih baik.

"Pimpinan DPR kita mengingatkan mengimbau terus, berkait kunjungan terkait rapat internal komisi, secara tata tertib kita tidak bisa mengintervensi lebih jauh secara teknis. Tapi kita punya ruang dengan pimpinan lain, bahwa seluruh kunjungan, sebelum dan sesudah harus disampaikan ke publik. Kita minta komisi untuk sampaikan," kata Taufik.

Sanksi kalau tidak menyampaikan? "Kalau masalah sanksi atau apa ini kan konteks kunjungan kerja. Kita hanya ingatkan harus disampaikan secara terbuka. Akan kita ingatkan terus," jawab Sekjen PAN ini.


(aan/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads