SPBG untuk Bus TransJ Sering Rusak Karena Kelebihan Beban

SPBG untuk Bus TransJ Sering Rusak Karena Kelebihan Beban

- detikNews
Jumat, 06 Mei 2011 07:57 WIB
Jakarta - Keberadaan SPBG di Jakarta saat ini masih sangat minim. Akibatnya, layanan pengisian Bahan Bakar Gas (BBG) untuk TransJakarta menjadi sedikit terganggu. Belum lagi jika ada yang rusak.

"Memang jumlah SPBG di Jakarta saat ini masih sangat minim," ujar Kepala BLU TransJakarta, M Akbar, saat berbincang dengan detikcom, Jumat(6/5/2011).

Menurut Akbar, saat ini ada 523 bus yang beroperasi. Sayangnya, dengan jumlah armada yang segitu banyak, hanya ada empat SPBG yang melayani yaitu di daerah Pesing, Pemuda, Kampung Rambutan, dan Pancoran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kan nggak sebanding, beban selang menjadi sangat berat. Akibatnya SPBG itu sering rusak bergantian seperti yang terjadi pada hari Selasa (3/5) kamarin, dua SPBG rusak," katanya.

"Sudah jumlahnya hanya empat, kalau sampai dua rusak, ya, memang menjadi masalah untuk headway bus tersebut," jelas Akbar.

Untuk mengatasi kekurangan, dalam waktu dekat akan ada penambahan SPBG di beberapa wilayah Jakarta. Saat ini, SPBG itu masih dalam tahap uji coba.

"Rencananya SPBG akan ada di Jalan Perintis Kemerdekaan yang dulunya sempat ditutup akan dibuka kembali, di terminal Pinang Ranti dan di persimpangan Grogol," jelas Akbar.

Tahun ini rencananya Dinas Perhubungan DKI akan menambah bus gandeng sebanyak 44 armada. Mengingat jumlah bus yang beroperasi semakin banyak, BLU TransJakarta mendorong pemerintah pusat dalam hal Kementerian ESDM untuk menyediakan SPBG lebih banyak lagi.

"Kita mendorong agar lebih optimal satu koridor ada satu SPBG," ungkap Akbar.

Kejadian SPBG rusak memang menjadi salah satu kendala pelayanan TransJakarta belum optimal. Biasanya, akibat jika satu depo saja rusak maka headway bus TransJakarta tentunya akan terganggu dan menyebabkan antrean di halte-halte, seperti yang terjadi pada hari Selasa (3/5) lalu.

(lia/lrn)


Berita Terkait