"Secara teknis pemberian uang tunai kepada anak jalanan akan sulit diawasi. Siapa yang menggunakan dan siapa yang mengolah serta bagaimana memastikan bahwa uang tersebut memang di nikmati benar-benar oleh anak jalanan guna kepentingannya," kata Edy gurning dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (5/5/2011) malam.
Selain masalah pengawasan, bantuan tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan anak jalanan seperti ruang belajar yang memadai. Seharusnya, kata Gurning, pemerintah fokus kepada solusi yang lebih konkrit seperti membangun rumah singgah dan panti sosial lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia pun menyayangkan sikap pemerintah yang dinilai menghambur-hamburkan uang rakyat tanpa tujuan yang jelas. Dia mewanti-wanti, program teresbut hanya untuk meredam kemarahan massa akar rumput saja.
"Jangan sampai program ini hanya terkesan untuk meredam kemarahan masyarakat dan bahkan menghambur-hamburkan uang negara tanpa arah yang tepat dan jelas," sesal Gurning.
Sebelumnya, Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos, Makmur Sunusi menyatakan akan memberikan tabungan tabungan kepada anak jalanan sejumlah Rp 1,4 juta/anak/tahun. Saat ini, Kemensos sudah membagikan tabungan kepada 4.500 anak di Jakarta.
"Tahun 2011 ini Jakarta bebas anak jalanan. Saat ini masih dalam proses, dan sudah ada target-targetnya, sehingga dengan adanya target kita dapat termotivasi. Ketika sudah dapat desain programnya tinggal action-nya saja," ujar Makmur Sunusi beberapa hari lalu.
(Ari/lrn)











































