Tak Perlu Diundur, Pembangunan PLTN di Daerah Aman Gempa

Tak Perlu Diundur, Pembangunan PLTN di Daerah Aman Gempa

- detikNews
Kamis, 05 Mei 2011 19:47 WIB
Denpasar - Bencana nuklir di Fukushima, Jepang, ternyata tak menyurutkan pemerintah Indonesia untuk terus melanjutkan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Pembangunan PLTN tidak akan diundur asal dibangun di luar daerah rawan gempa.

“Tak pelu mundur dari rencana. Jika mau membangun, jangan di rawan gempa, seperti Jawa dan Sumatera. Akan lebih tepat di daerah yang tidak rawan gempa, seperti Kalimantan,” kata Kepala Bagian Informasi Energi and Material Teknologi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Unggul Priyanto pada acara International Conggres on Ocean Water Application di Hotel Bali Dynasti, Kuta, Kamis (5/5/2011).

Unggul mengatakan untuk mencukupi kebutuhan energi nasional di masa depan sangat membutuhkan pembangkit nulkir. “Sekarang masih bisa menggunakan batu bara. Jika kebutuhan energi mencapai ribuan mega watt, jawabannya nuklir,” ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meledaknya rekator nuklir di Jepang akibat bencana gempa menjadi pertimbangan untuk membangun tenaga nuklir. Agar terhindar dari kecelakaan reaktor nuklir Fukushima Jepang, Unggul menjelaskan, pembangkit tenaga nuklir yang dibangun mesti menggunakan reaktor nuklir generasi terbaru. Disebutkan, reaktor nuklir Fukushima masih menggunakan teknologi generasi pertama. "Padahal mau ditutup, tapi kena gempa,” ujarnya.

Bahan bakar pun tak menggunakan uranium. Penggunaan uranium yang membututuhkan biaya mahal juga akan berurusan dengan badan dunia pengawas nuklir (IAEA). Indonesia pun tak mungkin tambang uranium karena dilarang IAEA.
 
Bahan bakar yang digunakan adalah thorium, seperti yang dilakukan India. Jika pemerintah serius menyediakan teknologi maka Indonesia bisa memproduksi thorium.

Persiapan membangun pembangkit tenaga nuklir membutuhkan waktu sampai 10 tahun, mulai dari perencanaan, lokasi hingga sumber daya manusia.

(gds/lrn)


Berita Terkait