"Sebagai negara, Indonesia telah mengalami proses serupa dengan Myanmar. Dalam pembahasan Presiden Myanmar menyampaikan keterbukaan dan harapan agar Indonesia dapat berbagi pengalaman dengan Myanmar dalam hal demokrasi," kata Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa saat jumpa pers di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (5/5/2011).
Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai masalah baik masalah bilateral maupun regional yang menjadi kepentingan kedua belah pihak. Namun sebelum dibahas masalah bilateral hubungan kedua negara, Presiden Myanmar berbagi informasi dengan Presiden SBY mengenai perkembangan di dalam negeri Myanmar, khususnya perkembangan road map demokrasi yang telah dilakukan Myanmar dalam beberapa tahun terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Â
Yang patut digarisbawahi, imbuh Marty, Presiden SBY menyampaikan dukungan dan apreasiasi atas perkembangan penting di Myanmar dalam beberapa waktu terakhir. Presiden juga mendorong pemerintah Myanmar melanjutkan upaya-upaya rekonsialisasi yang sedang diupayakan pemerintah Myanmar.
Dalam pertemuan ini juga dibahas secara rinci upaya-upaya peningkatan hubungan bilateral antara kedua negara. Antara lain kedua kepala negara sepakat perlu ditingkatkan saling kunjung, baik pada tingkat kepala negara, kepala pemerintahan maupun pada tingkat menteri.
Â
"Kedua Presiden menekankan perlu dihidupkan kembali atau perlu di revitalize forum komisi bersama di Kemenlu agar forum ini bisa memberikan kajian dan mendorong hubungan bilateral lebih substantif antara kedua negara," papar Marty.
Di samping juga membicarakan kerjasama di bidang ekonomi, perdagangan maupun investasi, kedua kepala negara juga bahas upaya-upaya peningkatan hubungan di bidang sosial budaya, pariwisata dan people to people relation.
"Secara khusus upaya membangun jalur penerbangan antara Yangon dan Jakarta, sedang dirintis dan diharapkan ada kesepakatan atau hasil dalam waktu dekat," tuturnya.
(anw/rdf)











































