Para pedagang pisang epe ini menginap di pelataran kantor DPRD Makassar, di jalan AP Pettarani, Makassar, sejak Selasa (3/5) dan berlanjut sampai Kamis (5/5/2011). Mereka membuat dapur umum untuk keperluan makan komunitas mereka sambil menunggu kedatangan Walikota Makassar yang akan menghadiri sidang paripurna DPRD Makassar, agar bisa mengadu langsung.
Menurut koordinator aksi, Daeng Baji, alasan Pemkot Makassar melarang pedagang pisang epe berjualan demi keindahan kota Makassar, sangat tidak masuk akal. Ia menganggap Walikota Makassar tidak peduli pada nasib warganya yang miskin yang mencoba mencari penghidupan yang layak dengan berjualan pisang epe di kawasan Pantai Losari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walikota Makassar, Ilham Arif Sirajuddin akhirnya menemui mereka. Ilham mengatakan sudah 7 tahun aturan pelarangan pedagang pisang epe diberlakukan di sepanjang Pantai Losari, untuk keindahan ikon kota Makassar ini.
"Para pedagang pisang epe boleh-boleh saja menjual dagangannya, tapi bukan di sepanjang pantai. Aturannya sudah demikian, di jalan-jalan sekitarnya tetap diperbolehkan. Kalau dibiarkan, para pedagang yang terdahulu sudah dilokalisasi akan protes dan semakin susah lagi ditertibkan," tutur politisi Demokrat Sulsel ini.
(mna/fay)











































