"Janganlah kita senang meributkan hal-hal kecil, diantaranya meributkan SMS, email, untuk hal-hal yang sebenarnya perlu dicari jalan keluar untuk hal-hal yang bersifat subtantif," keluh Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (5/5/2011).
Priyo menuturkan, kritik yang mengarah ke DPR mulai mengada-ada. Hal ini menyebabkan DPR menjadi bahan olok-olok rakyat.
"Tapi kritikannya yang sebenarnya mulai mengada-ngada. Lama-lama ini kami berpikir ada apa ini, kami terima kritikan tapi kemudian mengolok-olok lembaga kita yang harus kita jaga. Hanya urusan teknis yang itu pekerjaan staf diantaranya email dan seterusnya. Kenapa kita terjebak hal kecil kok dibesar-besarkan, nggak maju bangsa ini," tuturnya.
Hal ini disampaikan Priyo menyindir mahasiswa Indonesia di Australia yang mengkritik Komisi VIII DPR yang tidak memiliki email resmi. Menurut Priyo hal teknis seperti itu memang harusnya diurus Setjen DPR.
"Dari segi supporting staf kita memang amat sangat kurang dibanding dengan negara tetangga. Anggota DPR praktis hanya mempunyai 1 sekretaris dan staf ahli, para menteri mereka beluber staf ahli apakah perlu ke depan kita beri format, staf ahli mereka dikurangi, tapi jangan njomplang," paparnya.
Ia pun mengaku tak hafal alamat email resminya. Priyo pun mengaku hanya menghafal alamat email pribadinya untuk menyerap aspirasi rakyat.
"Kalau anda tanya ke saya, saya nggak hafal alamat email DPR, yang saya hafal alamat pribadi saya. Tetapi intinya kami menerima kritik dari masyarakat. Tapi yang saya sulit terima hal-hal yang remeh temeh kok dibesarkan yang masalah email dan seterusnya, apalagi saya dengar yang menggugat itu kader dari sebuah parpol kan jadi nggak indah ini," tandasnya.
(van/rdf)











































