Amien Minta Pelaku Black Campaign Dihukum Berat
Selasa, 15 Jun 2004 17:41 WIB
Jakarta - Capres PAN Amien Rais akan menyeret tim suksesnya ke pengadilan bila benar terbukti melakukan kampanye negatif. Bahkan Ia meminta pengadilan untuk menghukum seberat-beratnya bila ada tim suksesnya terlibat kampanye negatif.Hal itu diungkapkan Amien Rais kepada wartawan usai acara dialog dengan civitas akademika UI di kediaman dinasnya Jl. Widya Candra IV no.16, Jakarta selatan. "Kalau memang betul ada tim suskses saya terlibat black campaign, seret saja ke pengadilan dan hukum seberat-beratnya," kata Amien.Sekadar diketahui, di Jawa Timur beredar selebaran gelap yang mendiskreditkan pasangan SBY-Kalla. Selebaran itu berasal dari nomor faksimili tim sukses Amien-Siswono.Namun demikian, Amien menengarai ada usaha-usaha yang kurang ksatria dari pihak lain. Misalnya, ada orang atau kelompok yang pura-pura menjadi tim suskesnya, tetapi tidak ada hubungannya dengan Amien Rais."Itu banyak dicetak selebarannya, kita punya data ada 3 juta selebaran dicetak di Jakarta yang seolah-olah mendukung saya," jelas Amien. Selebaran itu bertuliskan, 'poros tengah hebat', 'poros tengah akan kembali'. Menurut Amien, sekali saja dibaca, itu jelas merugikan pihaknya.Amien juga menegaskan, kampanye negatif harus diusut sampai ke akar-akarnya agar tidak merugikan siapapun juga. Namun ia mengaku, tidak tahu kelompok mana saja yang melakukan kampanye negatif baik kepada dirinya maupun capres lainnyaKetika ditanya seberapa jauh kampanye negatif dilakukan tim sukses capres lain? "Kan pemilu tinggal 2 minggu lagi, semoga tidak ada tangan-tangan jahil dengan membuat selebaran gelap, VCD gelap dan membuat telepon gelap dan lain-lain,".Biarkanlah ini percobaan demokrasi yang sangat indah bagi bangsa Indonesia, lanjut Amien. Artinya, siapapun yang menang, itu menangnya dengan enak, bukan kemenangan yang semu. Begitu pun yang kalah, akan ketawa karena kalahnya dengan terhormat."Tapi kalau ada selebaran, VCD, intimidasi, ada sogokan ke Pak Lurah atau pak dukuh wah itu berat sekali, mudah-mudahan ke depan ini tidak ada lagi," papar mantan Ketua PP Muhammadiyah ini.
(dsb/)











































