"Tadi kita dapat kabar beliau meninggal pukul 13.00 di RSAL Mintohardjo," ujar Amran, adik kelas Farid di Institut Pertanian Bogor (IPB), pada detikcom, Kamis (5/5/2011).
Amran mendapat kabar dari rekannya, sebelum dibawa ke RSAL Mintohardjo, Farid jatuh sakit di DPR dan dibawa ke klinik DPR. Namun Amran tidak mengetahui keluhan penyakit Farid.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penyakit jantungnya sudah lama, dan beliau agak tertutup dengan penyakitnya itu," imbuh Amran.
Amran merasa kehilangan Farid yang dikenal aktif di kampusnya itu. Sebab pada Rabu (4/5) kemarin dia dan Farid masih berkirim surat elektronik.
"Sekarang saya baru mau ke rumah sakit," kata Amran.
Pada masa reformasi, Farid Faqih dikenal sebagai aktivis LSM yang rajin menyoroti pemerintah. Namun dia sempat berurusan dengan hukum pada tahun 2005 terkait bantuan untuk korban tsunami Aceh.
Kala itu, tepatnya 26 Januari 2005, Farid Faqih ditangkap POM TNI-AU di bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh. Farid diduga telah menyembunyikan sejumlah bantuan kemanusiaan untuk korban bencana di Aceh secara ilegal. Farid saat itu mengaku telah dipukuli sekitar 8-10 anggota TNI, baik yang berpakaian seragam maupun preman.
(nik/nrl)











































