Desak Hindari Tebang Pilih, Mahasiswa Beri 5 Tikus ke KPK

Desak Hindari Tebang Pilih, Mahasiswa Beri 5 Tikus ke KPK

- detikNews
Kamis, 05 Mei 2011 14:25 WIB
Desak Hindari Tebang Pilih, Mahasiswa Beri 5 Tikus ke KPK
Jakarta - Aksi demonstrasi kembali digelar di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini. Selain didemo, kali ini KPK mendapat hadiah lima ekor tikus, sebagai pengingat agar lembaga antikorupsi tersebut tidak tebang pilih dalam penanganan kasus korupsi.

Aksi tersebut dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Cinta Keadilan (Maracik). Sekitar 50 orang massa Maracik mulai mendatangi kantor KPK sejak pukul 12.30 WIB.

Mereka mengawali aksi demonstrasi dengan menyanyikan lagu-lagu berlirik pemberantasan korupsi dengan diiiringi alat musik drum band yang mereka bawa. Aksi ini membuat lalu lintas di Jl Rasuna Said, khususnya di jalur lambat yang mengarah ke Mampang sempat tersendat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekitar delapan orang perwakilan dari masa Maracik lantas masuk ke halaman gedung KPK. Salah satu dari mereka membawa akuarium berisikan lima ekor tikus putih.

Akuarium berisi lima ekor tikus tersebut lantas diberikan kepada staf humas Irsyad Prakasa yang mewakili kantor KPK.

"Sebagai bentuk dukungan kami kepada KPK, berikut ini kami hadiahkan souvenir berupa akuarium yang berisi tikus-tikus. Kami ingin akuarium ini diletakkan di lobby KPK demi meningkatkan keberanian seluruh jajaran KPK," tutur juru bicara Maracik Fajar Nur Hidayah kepada wartawan, di kantor KPK, Jl Rasuna Said, Jaksel, Kamis (5/5/2011).

Fajar mengatakan, KPK diminta jangan tebang pilih dalam menangani kasus. Perkara-perkara yang mereka desak pengusutannya antara lain Bail Out Century, IT KPU, Proyek Pembangunan Indonesia Timur, dan Suap terkait Wisma Atlet di Palembang.

"KPK harus dapat menemukan kembali keberaniannya, sekali pun harus berhadapan dengan Partai Demokrat," tuding Fajar.

(fjr/rdf)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini