Hotel Nirwana: Tidak Ada Parade Bikini di Lagoi

Hotel Nirwana: Tidak Ada Parade Bikini di Lagoi

- detikNews
Kamis, 05 Mei 2011 14:03 WIB
Bintan - Pihak Hotel Nirwana yang akan dijadikan tempat Beach Party Fashion di Lagoi, membantah jika acara itu akan diselingi parade bikini. Hotel Nirwana juga membantah jika turis kerap bugil di Pantai Lagoi.

Hal itu disampaikan Manajer Hotel Nirwana, Anton dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (5/5/2011). Menurutnya, acara yang akan digelar 14 Mei 2011 itu hanya merupakan pesta pantai semata dengan penampilan para DJ internasional.

"Jadi sama sekali isu di luaran yang menyebut akan ada parade bikini sangat tidak benar. Kami pastikan tidak ada parade bikini tersebut," kata Anton.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anton menyebut, kalaupun ada turis yang nantinya di kawasan pantai mengenakan pakaian renang, tentu hal itu wajar saja. "Kalau ada peserta yang berpakaian renang di tepi pantai, saya rasakan itu biasa saja dilakukan di pantai, sebagaimana kawasan pantai lainnya. Kami pastikan, acara tersebut tidak ada parade bikini," kata Anton.

Anton juga membantah kalau turis asing di Lagoi kerap berenang telanjang. Menurut Anton mereka tetap berpakaian renang.

"Kita selama ini tidak pernah melihat adanya turis asing yang bertelanjang. Dan kita pun akan melarang hal itu. Selama ini turis asing yang mandi di pantai tetap mengenakan pakaian renang," kata Anton.

Menurutnya, sangat tidak mungkin turis asing bertelanjang di kawasan pantai. Lagi pula, saat hari libur ada juga turis lokal yang berkunjung ke kawasan Lagoi. "Kalau hari libur ada juga pengunjung lokal. Sehingga tidak mungkin hal itu dilakukan turis asing," kata Anton.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bintan, Akit Rahim, menyebut acara Beach Party Fashion (BPF) akan melibatkan 1.000 turis asing. Para peserta ini datang dari penjuru dunia yang masuk lewat Singapura. Salah satu susunan acara adalah, pesta musik di sekitar Hotel Nirwana yang melibatkan DJ internasional dan juga DJ dari Indonesia. Selain itu, pesta pantai ini juga akan menampilkan produk pakaian dalam wanita.

"Untuk acara penampilan pakaian dalam wanita ini, durasinya hanya digelar selama satu jam saja. Di sana akan ditampilkan produk pakaian dalam yang berkualitas. Para peserta hanya menginap dua hari satu malam di sana," kata Akit Rahim.

Pihak panitia juga menawarkan kepada umum, paket untuk menyaksikan acara tersebut. Harga paket yang dijual panitia dari Singapura itu ditawarkan dengan harga 250 dolar Singapura. Harga paket tersebut sudah termasuk tiket kapal Fery dari Singapura ke Lagoi serta mendapat penginapan di hotel.

"Kalau ada masyarakat kita yang mau membeli paket tersebut, ya silakan saja. Namun yang menjual itu pihak panitia pelaksana dari Singapura," kata Akit.

Masih menurut Akit, acara tersebut dengan sendirinya akan menambah pemasukan kas daerah. "Kalau dari segi PAD, misalnya saja kita hitung satu orang menghabiskan belanja di Lagoi Rp 3 juta, maka kalikan saja dengan perserta yang hadir 1.000 orang. Ini belum paket undangan lagi. Menurut hemat kita, acara tersebut tidak ada efek negatif terhadap masyarakat. Kita tidak bermaksud mengabaikan norma-norma ketimuran, tapi karena memang kawasan Lagoi bukanlah tempat umum sebagaimana biasanya, jadi tak masalah," kata Akit.

Acara ini menimbulkan pro dan kontra. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kepri serta sejumlah anggota DPRD Kepri menolak acara tersebut. Satu sisi, Gubernur Kepri, Muhammad Sani mendukung acara tersebut.

(cha/fay)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads