Kemensos Target Anak Jalanan se-Indonesia Dapat Tabungan Tahun 2014

Kemensos Target Anak Jalanan se-Indonesia Dapat Tabungan Tahun 2014

- detikNews
Kamis, 05 Mei 2011 13:04 WIB
Jakarta - Kementerian Sosial (Kemensos) menargetkan 8 ribu anak jalanan di Jakarta mendapat tabungan Rp 1,4 juta per orang hingga akhir tahun 2011. Untuk selanjutnya, ditargetkan sampai 2014, seluruh anak jalanan di Indonesia akan merasakan hal yang sama.

"Ini sudah berjalan dari 2010, berdasarkan data yang kita terima sudah ada 4.500 anak jalanan di DKI. Tapi target kita 8 ribu. Saya berharap di ujung tahun 2011, target kita sudah terpenuhi," jelas Dirjen Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Kemensos Makmur Sanusi.

Hal itu dikatakan Makmur ketika ditemui di Gedung Kemensos, Jalan Salemba, Matraman, Jakarta Pusat, Kamis (5/5/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk mengantisipasi para anak jalanan akan menggeruduk Jakarta karena program ini, Kemensos berencana untuk membuat program ini se-Indonesia.

"Langkah antisipasinya kita akan menggelar program ini secara nasional. Mengapa saat ini hanya di Jakarta? Karena sesuai dengan ketentuan kita, Jakarta menjadi proyek pertama program ini. Kita akan target pada tahun 2014," kata dia.

Mekanismenya, Kemensos bekerja sama dengan berbagai rumah singgah yang menampung anak jalanan. Petugas Kemensos pun mendata para anak jalanan di rumah-rumah singgah itu, kriterianya adalah anak jalanan di atas lima tahun hingga berusia 17 tahun. Kemudian pembagian tabungan akan dilakukan via transfer melalui rekening bank.

"Cara pembagiannya pun lewat rekening. Bagi yang sudah terdata mereka bisa buka rekening di bank apapun. Dan tidak ada biaya sama sekali. Sistemnya kita transfer ke rekening," paparnya.

Bagaimana bila ada pihak yang memanfaatkan program ini, seperti sindikat pengemis misalnya?

"Bentuk pengawasannya ada dari kita dan dari lembaga terkait program ini. Lalu kita evaluasi apakah anak ini jamnya menurun atau tidak di jalanan. Selain anak ini, kita juga membimbing orang tuanya karena selama ini banyak juga orang tua yang membiarkan anaknya turun ke jalan untuk mencari uang," tuturnya.

Berdasarkan hasil evaluasi program selama tahun 2010, anak jalanan yang masuk dalam program ini, waktunya menjadi menurun di jalanan. Dari yang biasanya 9 jam, kini menjadi 4 jam.

"Kita nggak bisa langsung memutus begitu saja. Kalau seperti itu namanya mimpi. Kita melakukan ini secara bertahap," jelasnya.

(nwk/fay)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini